Tanggung Jawab Moral, Komisioner KPU Penyelenggara Pilpres 2024 Diminta Tidak Maju Lagi

AKURAT.CO Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat Pilpres 2024 disorot usai Putusan Mahkamah Konstitusi terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun, menilai Putusan MK turut membuka persoalan dalam proses kerja penyelenggara pemilu.
Ia mempertanyakan tanggung jawab KPU, di tengah besarnya anggaran dan panjangnya proses kerja penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024.
"Masak anggaran begitu besar, proses kerja begitu panjang. Kemarin proses peradilan MK itu kan menelanjangi seluruh pekerjaan mereka yang kacau itu. Jadi, mau bilang salah, ya siapa? Mereka yang harus bertanggung jawab," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Komarudin PDIP Minta Gibran Mundur Usai Putusan MK, Singgung Pemakzulan
Saat ditanya mengenai nasib komisioner KPU yang terlibat dalam proses penanganan syarat pencalonan Gibran, Komarudin menyarankan agar mereka tidak kembali mengikuti proses seleksi penyelenggara pemilu.
"Ya, sebaiknya tidak bisa masuk lagi. Besok ini kan mau proses baru," ujarnya.
Menurutnya, sikap tersebut diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas persoalan yang mencuat dari proses Pemilu 2024.
Komarudin menegaskan persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan Gibran, tetapi menyangkut etika penyelenggaraan negara.
"Jadi kalau secara morallah, mereka jangan maju lagilah. Karena ini bukan urusan Gibran ya, saya tidak ada urusan soal Gibran. Ini menyangkut moral bangsa, berbangsa dan bernegara. Etik dan moral," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









