TikTok Dan Meta Sengketa Hukum Terkait Peraturan Uni Eropa

AKURAT.CO - Meta dan Pemilik TikTok menyampaikan protes hukum terhadap aturan baru Uni Eropa.
Dikutip dari Apnews.com, Minggu (19/11/2023), TikTok berpendapat bahwa mereka bukan 'penjaga gerbang' online sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Pasar Digital.
Meta juga menolak keputusan Uni Eropa yang memasukkan Marketplace dan Messenger sebagai layanan gerbang di bawah aturan baru tersebut. Mereka mencari klarifikasi hukum terkait poin-poin tertentu.
Baca Juga: Meta Larang Pengiklan Politik Gunakan Fitur AI Generatif, Demi Hindari Misinformasi Pemilu
Undang-Undang Pasar Digital akan diberlakukan pada bulan Maret, menetapkan batasan bagi perusahaan teknologi besar. Label 'penjaga gerbang' diberikan pada Amazon, Apple, Google, Microsoft, TikTok, ByteDance dan Meta sebelumnya.
Ini terkait dengan dua puluh dua 'layanan platform inti' yang dianggap sebagai pintu gerbang antara bisnis dan konsumen.
TikTok menegaskan bahwa mereka sebagai penantang yang tangguh, sebenarnya mendukung tujuan Undang-Undang Pasar Digital dengan memperluas pilihan di dunia media sosial.
Meskipun Meta tidak setuju dengan label penjaga gerbang, perusahaan tetap berkomitmen untuk mematuhi Undang-Undang Pasar Digital dan berusaha bekerja sama dengan Komisi Eropa untuk memastikan kepatuhan penuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







