Mengenal Spesifikasi Neon Moon 2, Kapal Pembersih Sampah Pemberian Coldplay

AKURAT.CO Setelah sukses menggelar konsernya di Indonesia, Coldplay makin membuat masyarakat Indonesia kagum. Pasalnya, band asal Inggris tersebut menyumbangkan Neon Moon 2, sebuah kapal pembersih sampah sebagai bentuk dukungan pembersihan dari pencemaran sampah perairan di Indonesia.
Pada dasarnya, pemberian kapal Neon Moon 2 adalah hasil kerja sama antara Coldplay dan organisasi nirlaba rekayasa lingkungan dari Belanda bernama The Ocean Cleanup.
Neon Moon 2 sendiri merupakan kapal yang dikembangkan oleh The Ocean Cleanup yang diberi nama Interceptor. Pembuatan kapal ini pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan efektifitas kinerja dari The Ocean Cleanup untuk membersihkan sekaligus mengangkut sampah yang didapat dari perairan seperti laut dan sungai.
Untuk saat ini, The Ocean Clenup telah mengoprasikan dua kapal pembersihnya yaitu Interceptor 001 di Cengkareng, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada 2019 serta Interceptor 020 yang beroprasi di sepanjang Sungai Cisadane.
Dikutip dari The Ocean Cleanup.com, Neon Moon 2 atau Interceptor secara keseluruhan memiliki panjang hingga 24 meter yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pembersihan dan pengambilan sampah dari perairan. Oleh karena itu, sekitar 50 persen lebih bagian kapal ini diperuntukkan untuk sampah.
Untuk sebuah kapal pembersih sampah, Neon Moon 2 juga dilengkapi dengan beragam fitur canggih yang dibuat untuk mengoprasikan kapal secara otonom seperti conveyor belt, pesawat udara kecil, lampu, sensor hingga transmisi data.
Terlebih lagi, Neon Moon 2 ditenagai oleh baterai lithium ion yang dapat diisi ulang dengan menggunakan tenaga surya melalui panel surya yang terdapat di bagian atas kapal. Hal ini membuat Neon Moon 2 minim polusi saat pengoprasiannya.
Dalam pengoprasiannya, Neon Moon 2 akan berada di aliran-aliran sungai untuk mencegat sampah hanyut ke lautan. Sampah yang mengalir akan masuk ke dalam kapal dan setelahnya, sampah yang sudah terisi penuh akan diangkut oleh pesawat untuk diletakan di dashboard yang telah tersedia di lambung kapal.
Setelah kapasitas sampah penuh, Neon Moon 2 otomatis akan mengirimkan pesan ke kapal kecil yang berlabuh di pinggir perairan untuk mengambil sampah di dalam Neon Moon 2 dan diangkut ke kapal tongkang.
Pengoperasiannya bekerja secara otonom yang digerakkan oleh operator dari jarak jauh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal



