Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Jepang Sukses Luncurkan Satelit Mata-mata Baru untuk Pemantauan Bencana Alam

Petrus C. Vianney | 12 Januari 2024, 21:27 WIB
Pemerintah Jepang Sukses Luncurkan Satelit Mata-mata Baru untuk Pemantauan Bencana Alam

AKURAT.CO - Sebuah langkah penting diambil pada 12 Januari ketika Satelit Mata-mata pemerintah berhasil ditempatkan di orbit melalui peluncuran Kendaraan Peluncur H-2A No. 48 dari Pusat Luar Angkasa Tanegashima pada pukul 13:45.

Satelit Mata-mata tidak hanya berfungsi untuk mengumpulkan intelijen keamanan nasional, tetapi juga dirancang khusus untuk memahami lebih baik cakupan bencana alam yang melanda.

Dengan menggunakan teknologi satelit optik yang mampu mengambil foto berwarna permukaan bumi, serta satelit radar yang dapat beroperasi pada malam hari atau cuaca mendung, pemerintah kini dapat meningkatkan pemantauan dan respons terhadap bencana alam besar.

Baca Juga: Daftar Profil dan Klasemen FIFA Grup D Piala Asia 2023: Jepang, Irak, Vietnam, Indonesia

Dikutip dari Asahi.com, Jumat (12/1/2024), saat ini pemerintah Jepang telah memiliki lima satelit yang beroperasi di luar angkasa, termasuk satu satelit yang dapat dengan cepat mengirimkan data definisi tinggi ke Bumi.

Dengan tujuan ambisius, pemerintah berencana untuk mengoperasikan total sepuluh satelit secara bersamaan, memastikan cakupan pemantauan pada waktu-waktu yang saat ini belum tercakup.

Meskipun menghadapi beberapa tantangan, seperti kegagalan peluncuran roket H-3 pada Maret 2023, pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan program ini. Peluncuran kedua roket H-3 dijadwalkan pada 15 Februari mendatang, sebagai langkah menuju pemenuhan rencana ambisius ini.

Dengan pengembangan ini, diharapkan pemantauan bencana alam akan semakin efektif dan respons pemerintah terhadap situasi darurat dapat ditingkatkan. Program ini menjadi langkah strategis dalam memitigasi dampak bencana alam dan menjaga keamanan nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.