Pemerintah Jepang Sukses Luncurkan Satelit Mata-mata Baru untuk Pemantauan Bencana Alam

AKURAT.CO - Sebuah langkah penting diambil pada 12 Januari ketika Satelit Mata-mata pemerintah berhasil ditempatkan di orbit melalui peluncuran Kendaraan Peluncur H-2A No. 48 dari Pusat Luar Angkasa Tanegashima pada pukul 13:45.
Satelit Mata-mata tidak hanya berfungsi untuk mengumpulkan intelijen keamanan nasional, tetapi juga dirancang khusus untuk memahami lebih baik cakupan bencana alam yang melanda.
Dengan menggunakan teknologi satelit optik yang mampu mengambil foto berwarna permukaan bumi, serta satelit radar yang dapat beroperasi pada malam hari atau cuaca mendung, pemerintah kini dapat meningkatkan pemantauan dan respons terhadap bencana alam besar.
Baca Juga: Daftar Profil dan Klasemen FIFA Grup D Piala Asia 2023: Jepang, Irak, Vietnam, Indonesia
Dikutip dari Asahi.com, Jumat (12/1/2024), saat ini pemerintah Jepang telah memiliki lima satelit yang beroperasi di luar angkasa, termasuk satu satelit yang dapat dengan cepat mengirimkan data definisi tinggi ke Bumi.
Dengan tujuan ambisius, pemerintah berencana untuk mengoperasikan total sepuluh satelit secara bersamaan, memastikan cakupan pemantauan pada waktu-waktu yang saat ini belum tercakup.
Meskipun menghadapi beberapa tantangan, seperti kegagalan peluncuran roket H-3 pada Maret 2023, pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan program ini. Peluncuran kedua roket H-3 dijadwalkan pada 15 Februari mendatang, sebagai langkah menuju pemenuhan rencana ambisius ini.
Dengan pengembangan ini, diharapkan pemantauan bencana alam akan semakin efektif dan respons pemerintah terhadap situasi darurat dapat ditingkatkan. Program ini menjadi langkah strategis dalam memitigasi dampak bencana alam dan menjaga keamanan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








