SpaceX Tandatangani Kesepakatan Rp28 Triliun dengan Badan Intelijen AS untuk Jaringan Satelit Mata-mata

AKURAT.CO - SpaceX, perusahaan astronautika yang dipimpin oleh Elon Musk, telah menandatangani kesepakatan senilai $1,8 miliar (sekitar Rp 28 triliun) dengan badan intelijen Amerika Serikat pada tahun 2021 untuk membangun jaringan satelit mata-mata.
Jaringan satelit ini dibangun dalam kemitraan dengan Kantor Pengintaian Nasional (NRO), yang bertanggung jawab atas satelit mata-mata. Dikutip dari Reuters.com, Rabu (20/3/2024), NRO sedang mengembangkan sistem intelijen, pengawasan dan pengintaian berbasis ruang angkasa yang paling cakap, beragam dan tangguh di dunia.
Sumber yang akrab dengan program tersebut menyatakan bahwa kemampuan sistem ini akan membuatnya sulit bagi siapa pun untuk bersembunyi. Meskipun kontrak ini telah dijelaskan dalam laporan sebelumnya oleh The Wall Street Journal pada bulan Februari, rincian persyaratan kesepakatan belum diungkap.
Baca Juga: Roket Baru Jepang 'H-3' Sukses Membawa Satelit ke Orbit
Perwakilan dari SpaceX belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Business Insider. Koneksi antara SpaceX dan keamanan nasional AS telah terdokumentasi sebelumnya, tetapi laporan terbaru dari Reuters memberikan wawasan baru tentang kedalaman hubungan perusahaan ini dengan intelijen Amerika dan kekuatan militer.
Pada tahun 2022, SpaceX memperkenalkan satelit 'Starshield' yang dirancang khusus untuk penggunaan pemerintah, dengan tingkat keamanan data dan enkripsi ujung ke ujung yang lebih tinggi.
Perusahaan juga telah menyediakan konektivitas satelit untuk pasukan militer di Ukraina dan ada desakan dari pejabat AS agar SpaceX menyediakan layanan serupa bagi pasukan militer di Taiwan.
Kehadiran dan pengaruh Musk di ruang keamanan nasional telah menarik perhatian kritikus, yang mengkhawatirkan perilakunya yang tidak terduga serta dugaan penggunaan narkoba, yang membuat perusahaan ini dianggap berisiko tinggi bagi intelijen AS untuk berinvestasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









