NASA Bakal Buat Jalur Kereta Api di Bulan Untuk Astronot, Rel Fleksibel Terbuat dari Lapisan Granit

AKURAT.CO Badan Antariksa Amerika Serikat NASA berencana akan membuat jalur kereta api di bulan.
Tujuan dari pembangunan kereta api di bulan tersebut adalah untuk menyediakan sistem transportasi robotik yang akan mendukung kegiatan bulan para astronot di masa depan yang akan mengunjungi bulan.
Dengan demikian, manusia dapat mengangkut muatan ke dan dari zona pendaratan wahana ke pangkalan, serta mengangkut tanah bulan (regolit) dari lokasi penambangan ke lokasi yang digunakan untuk konstruksi.
Dikutip dari IFL Science, Kamis (16/5/2024), proyek tersebut dinamakan FLOAT, yang merupakan singkatan dari Flexible Levitation On A Track.
FLOAT adalah salah satu dari enam Konsep Lanjutan Inovatif NASA (NIAC) yang telah memasuki fase II.
Jalur rel fleksibel terbuat dari lapisan granit yang memungkinkan levitasi diamagnetik, sedangkan sirkuit fleksibel menghasilkan gaya dorong elektromagnetik.
Gulungan jalur dapat langsung dibuka, sehingga FLOAT hanya memerlukan persiapan lokasi yang minimal.
Baca Juga: Pesawat NASA Temukan Jejak Sungai Kuno di Mars
Robot pembawa barang akan melayang dan bergerak di atas rel.
Keunggulan lainnya adalah robot tersebut tidak perlu berhadapan dengan regolit yang tajam dan merusak karena tidak memiliki roda atau kaki.
Lapisan ketiga pada rel, yang opsional, merupakan panel surya sehingga sistem tidak memerlukan energi eksternal saat berada di bawah sinar matahari.
Meskipun robot-robot tersebut mungkin berukuran berbeda, tim memperkirakan bahwa 100 ton material dapat dipindahkan beberapa kilometer setiap hari menggunakan robot ini.
Sementara itu, versi yang lebih kecil dari sistem FLOAT akan memungkinkan robot untuk membawa beban hingga 30 kilogram dengan kecepatan sekitar 0,5 meter per detik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








