Hampir 6 Juta Ancaman Online Targetkan Pengguna di Indonesia pada Kuartal Pertama 2024

AKURAT.CO Pengguna internet di Indonesia terus menjadi sasaran empuk bagi penjahat siber. Kaspersky menunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2024, hampir 6 juta ancaman online berhasil diblokir.
Infeksi online sering kali terjadi saat pengguna mengunjungi situs web yang sudah terinfeksi tanpa disadari. Malware tanpa file, salah satu metode serangan yang paling berbahaya, menggunakan langganan registri untuk bertahan, tanpa meninggalkan jejak yang bisa dianalisis secara statis.
Selama periode ini, 21,2 persen pengguna internet di Indonesia mengalami serangan melalui web, menempatkan negara ini pada peringkat ke-96 dalam hal ancaman penjelajahan web global.
Kaspersky juga melaporkan bahwa 23,3 persen pengguna di Indonesia mengalami ancaman lokal selama Q1 2024. Sebanyak 10,09 juta insiden lokal terdeteksi, turun 23,35 persen dibandingkan 13,17 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Serangan ini sering kali disebabkan oleh worm dan virus yang menyebar melalui perangkat penyimpanan seperti USB dan CD/DVD.
Meskipun terjadi penurunan jumlah ancaman, deteksi ancaman masih tinggi. Dengan tingkat penetrasi internet mencapai 79,5 persen, pengguna Indonesia harus tetap waspada.
"Kami menghimbau seluruh individu dan organisasi di Indonesia untuk mewaspadai kemungkinan upaya siber lainnya yang mungkin lebih canggih atau bahkan lebih sederhana dari ini," ujar Dony Koesmandarin selaku Enterprise Group Manager untuk Indonesia di Kaspersky, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Senin (3/6/2024).
Berikut tips keamanan dari Kaspersky:
- Jangan unduh aplikasi dari sumber tidak terpercaya.
- Hindari mengklik tautan dari sumber tidak dikenal atau iklan mencurigakan.
- Gunakan kata sandi kuat dan unik, serta aktifkan autentikasi dua faktor.
- Perbarui perangkat lunak secara berkala untuk mencegah eksploitasi kerentanan.
- Gunakan solusi keamanan yang terbukti efektif, seperti Kaspersky Endpoint Security for Business.
- Manfaatkan intelijen ancaman terkini untuk mengetahui taktik terbaru dari penjahat siber.
Untuk pengguna pribadi:
- Periksa tautan dengan cermat sebelum diklik.
- Verifikasi email dari pengirim yang tidak dikenal sebelum mempercayainya.
- Hindari menginstal aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya.
- Jangan berikan izin aksesibilitas pada aplikasi yang tidak dikenal.
- Gunakan koneksi internet yang aman, seperti VPN.
- Selalu jalankan program anti-malware terbaru dan berkualitas.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, baik individu maupun organisasi dapat mengurangi risiko ancaman siber dan melindungi data mereka dari penjahat dunia maya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







