Peretas Tiket Taylor Swift Tuntut Tebusan Rp130 Miliar dari Ticketmaster

AKURAT.CO Para peretas meningkatkan permintaan tebusan menjadi $8 juta (sekitar Rp 130 miliar) setelah mendapatkan data sensitif dari 440.000 pemegang tiket Taylor Swift.
Pada awal tahun ini, terjadi peretasan besar terhadap Ticketmaster. Kini terungkap bahwa pelanggaran tersebut lebih serius dari yang diperkirakan, dengan 440.000 tiket untuk Taylor Swift's Eras Tour yang dikompromikan.
Kelompok peretas ShinyHunters telah menaikkan tuntutan tebusannya. Mereka meminta Live Nation Entertainment, perusahaan induk Ticketmaster, untuk membayar $8 juta (sekitar Rp 130 miliar) demi mengamankan data yang diretas.
Dikutip dari Hackread.com, Minggu (7/7/2024), ShinyHunters sebelumnya mengklaim menerima tawaran $1 juta (sekitar Rp 16 miliar) dari Live Nation, namun setelah menilai data yang didapat, mereka menuntut lebih.
ShinyHunters mengungkapkan bahwa mereka telah mendapatkan total 193 juta kode batang tiket yang nilainya mencapai lebih dari $22,6 miliar (sekitar Rp 367 triliun). Selain 440.000 tiket untuk tur Taylor Swift, mereka juga memiliki lebih dari 30 juta tiket untuk 65.000 acara lainnya.
Data yang dicuri mencakup 1,3 terabyte informasi sensitif dari 560 juta pelanggan Ticketmaster, termasuk nama, alamat, nomor telepon, alamat email, riwayat pembelian tiket dan sebagian data pembayaran seperti tanggal kedaluwarsa kartu kredit.
Informasi terbaru dari ShinyHunters menyatakan bahwa pelanggaran ini mencakup 400 juta kartu kredit terenkripsi, 440 juta alamat email unik dan 680 juta detail pesanan. Ini menjadikannya pelanggaran data terbesar yang pernah diumumkan secara publik.
Ini bukan pertama kalinya Ticketmaster menghadapi masalah dengan penggemar Taylor Swift. Pada prapenjualan 2022 untuk tur Eras, terjadi kegagalan besar sehingga penjualan tiket publik dibatalkan.
Swifties, sebutan untuk penggemar Taylor Swift, mengajukan gugatan dengan tuduhan Ticketmaster menjalankan 'skema anti persaingan'.
"Sungguh menakjubkan bahwa 2,4 juta orang mendapatkan tiket, tetapi itu benar-benar membuat saya kesal karena banyak dari mereka merasa seperti mereka mengalami beberapa serangan beruang untuk mendapatkannya," tulis Swift.
Kini, dengan data 440.000 tiket yang dicuri, masalah Ticketmaster tampaknya belum berakhir, terutama bagi para penggemar Taylor Swift yang terkena dampak langsung dari peretasan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








