Microsoft Diduga Menutup Akun Warga Palestina Secara Sepihak

AKURAT.CO Beberapa warga Palestina di luar negeri menuduh Microsoft menutup akun email mereka tanpa pemberitahuan, sehingga memutus akses mereka ke layanan penting seperti rekening bank. Selain itu, mereka tidak bisa menggunakan Skype untuk menghubungi keluarga di Gaza.
Menurut Microsoft, akun-akun tersebut ditutup karena melanggar ketentuan layanan. Namun, para pengguna membantah tuduhan ini.
Eiad Hametto, yang tinggal di Arab Saudi, mengatakan bahwa penutupan akun email yang telah dimilikinya selama hampir 20 tahun sangat merugikan.
"Mereka telah menangguhkan akun email saya yang saya miliki selama hampir 20 tahun. Akun itu terhubung dengan semua pekerjaan saya," ungkapnya, dikutip dari Bbc.com, Jumat (21/7/2024).
Hametto juga menyebutkan bahwa hilangnya akses ke Skype sangat menyulitkan, terutama karena seringnya gangguan internet di Gaza akibat kampanye militer Israel dan mahalnya biaya panggilan internasional.
Israel melancarkan serangan di Gaza sebagai respons atas serangan Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 38.000 orang tewas dalam perang tersebut.
Skype, yang menawarkan layanan panggilan murah ke Gaza, menjadi sangat penting bagi warga Palestina di sana.
Beberapa pengguna mencurigai penutupan akun mereka berkaitan dengan dugaan hubungan mereka dengan Hamas, yang sedang dilawan Israel. Namun, Hametto menegaskan bahwa ia adalah warga sipil tanpa latar belakang politik.
Microsoft tidak memberikan penjelasan spesifik tentang apakah dugaan hubungan dengan Hamas menjadi alasan penutupan akun. Namun, juru bicara Microsoft menyatakan bahwa pemblokiran di Skype bisa terjadi sebagai respons terhadap dugaan aktivitas penipuan.
Salah Elsadi, yang tinggal di AS, juga mengaku akunnya ditutup pada bulan April tanpa alasan yang jelas.
"Saya telah mengisi sekitar 50 formulir dan menelepon mereka berkali-kali," katanya.
Khalid Obaied, warga Palestina lainnya, mengatakan bahwa ia tidak lagi mempercayai Microsoft setelah akun Skype-nya ditutup tanpa alasan setelah 10 hari berlangganan.
Kasus-kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan penutupan akun oleh Microsoft dan dampaknya terhadap warga Palestina yang mengandalkan layanan tersebut untuk berkomunikasi dan mengakses layanan penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








