Cara Buat Waiting Room di Grup WhatsApp untuk Keamanan dan Kenyamanan Anggota

AKURAT.CO Sebagai admin grup WhatsApp, menjaga keamanan dan kenyamanan anggota grup menjadi prioritas utama.
Salah satunya adalah memanfaatkan fitur 'waiting room' atau ruang tunggu.
Fitur ini dapat membuat admin untuk mem-filter dan menyetujui calon anggota sebelum mereka bergabung ke dalam grup.
Dengan mengaktifkannya, admin dapat mencegah masuknya kontak yang tidak dikenal, spam atau bahkan potensi ancaman siber ke dalam grup.
Kontak yang ingin bergabung akan terlebih dahulu masuk ke dalam area tunggu, dan hanya bisa bergabung setelah mendapat persetujuan dari admin.
Baca Juga: Yoga Ternyata Bisa Turunkan Risiko Stroke pada Wanita
Berikut beberapa cara untuk membuat waiting room di grup WhatsApp:
1. Buka aplikasi WhatsApp
2. Klik ikon titik tiga di pojok kanan atas (untuk Android) atau ikon (+) di iPhone untuk membuat grup baru
3. Tambahkan kontak yang ingin Anda masukkan dalam grup
4. Pilih 'Next' dan beri nama grup sesuai keinginan
5. Pada bagian 'Izin grup' atau 'Permission Group', klik ikon gerigi
6. Aktifkan toggle 'Setujui anggota baru' untuk mengaktifkan fitur waiting room.
Dengan fitur ini, calon anggota grup akan berada dalam daftar tunggu dan hanya bisa bergabung setelah disetujui oleh admin.
Selain itu, untuk menjaga ketertiban dalam grup, admin juga bisa membatasi siapa saja yang dapat mengirim pesan.
Baca Juga: Jelang Laga Perdananya di Indonesia, Juan Esnaider Punya Kemauan Tinggi untuk PSBS Biak
Dikutip dari laman resmi WhatsApp, Kamis (8/8/2024), berikut caranya:
1. Buka grup WhatsApp
2. Pilih 'Izin Grup'
3. Nonaktifkan opsi 'Kirim Pesan' dengan menggeser toggle ke kiri
4. Hanya admin yang bisa mengirim pesan, sementara anggota lain hanya bisa memberikan reaksi terhadap pesan yang dikirim admin.
Dengan langkah-langkah ini, admin dapat memastikan bahwa grup WhatsApp tetap aman dan nyaman bagi semua anggota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







