Ancaman Malware Mengintai di Balik Pembaruan Perangkat Lunak

AKURAT.CO Globalisasi dan digitalisasi telah membuat teknologi seperti smartphone dan laptop menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Pembaruan perangkat lunak yang rutin dari produsen menjadi krusial dalam menjaga keamanan perangkat.
Namun, kepercayaan ini juga menjadikan serangan rantai pasokan sebagai ancaman serius. Dengan menginfeksi pembaruan perangkat lunak, pelaku ancaman bisa menyebarkan malware secara luas.
Pada 19 Juli 2024, CrowdStrike, perusahaan keamanan siber terkemuka, merilis pembaruan konfigurasi untuk platform Falcon. Pembaruan ini seharusnya memperkuat perlindungan, namun malah menyebabkan gangguan besar.
"Pembaruan ini mengakibatkan siklus reboot yang tidak pernah berakhir untuk lebih dari 8,5 juta mesin Windows di seluruh dunia," ujar Vitaly Kamluk selaku pakar Keamanan Siber dari tim Riset & Analisis Global (GReAT) Kaspersky, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Selasa (13/8/2024).
Pada awal 2024, proyek Linux XZ Utils menjadi korban serangan rantai pasokan. Penyerang menyusupkan backdoor yang dirancang dengan canggih, memanfaatkan perangkat lunak sumber terbuka untuk mencuri akses ke sistem yang dilindungi oleh SSH.
Insiden ini menunjukkan betapa rentannya perangkat lunak sumber terbuka terhadap serangan semacam ini.
Seiring integrasi AI dalam berbagai sektor, risiko serangan rantai pasokan juga meningkat. Penyerang dapat memanipulasi data pelatihan AI untuk menyusupkan kelemahan, atau mengubah model AI untuk menghasilkan keluaran yang salah.
Bahkan, teknologi seperti deepfake dapat digunakan untuk menipu perusahaan, seperti yang terjadi di Hong Kong dengan kerugian hingga US$25 juta (sekitar Rp 395 miliar).
Untuk melawan ancaman serangan rantai pasokan, perusahaan perlu menerapkan strategi mitigasi yang ketat.
Langkah-langkah seperti pengujian perangkat sebelum peluncuran, kontrol manufaktur yang ketat dan audit keamanan rutin sangat penting untuk melindungi infrastruktur dari serangan yang berpotensi menghancurkan.
Dengan semakin kompleksnya serangan siber, keamanan rantai pasokan menjadi prioritas utama bagi setiap organisasi yang bergantung pada teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







