Akurat
Pemprov Sumsel

Teknologi Mitigasi Bencana dan Kolaborasi Lintas Industri Jadi Fokus Utama ADEXCO 2024

Petrus C. Vianney | 20 Agustus 2024, 22:59 WIB
Teknologi Mitigasi Bencana dan Kolaborasi Lintas Industri Jadi Fokus Utama ADEXCO 2024

AKURAT.CO Pameran Electric & Power Indonesia ke-22, bagian dari Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2024, mendapatkan apresiasi besar dari Ir. Eddie Widiono selaku Pendiri dan Ketua Pembina Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI).

Menurutnya, acara ini membawa potensi kerjasama internasional yang signifikan, terutama dalam teknologi energi terbarukan dan penyimpanan daya. Ir. Eddie menyatakan bahwa negara ini memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam sektor energi baru dan terbarukan.

"Pameran seperti IEE Series 2024 yang menyatukan pemain di industri energi dan kelistrikan nasional dan global seperti ini bisa memberikan percepatan pada pencapaian tersebut," katanya, dalam bincang media yang digelar di Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2024).

Dalam IEE Series 2024, dua acara utama yakni GIFA-METEC Indonesia dan ADEXCO juga akan diselenggarakan. GIFA-METEC Indonesia, hasil kerjasama antara Pamerindo Indonesia dan Messe Düsseldorf Asia, akan fokus pada teknologi pengecoran logam, metalurgi dan industri besi baja.

Sementara itu, Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO), berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akan menghadirkan solusi inovatif dalam manajemen risiko bencana dan ketahanan infrastruktur.

Tema ADEXCO kali ini adalah 'Advancing Sustainable Resilience', yang menekankan pentingnya teknologi mitigasi bencana dan kolaborasi lintas industri.

Dengan demikian, dukungan ini memungkinkan acara ini terus menyajikan inovasi dan solusi teknologi yang mendukung pembangunan industri Indonesia secara berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.