Satelit Einstein Probe China Temukan Fenomena Transien Misterius, Buka Jendela Baru Penelitian Alam Semesta

AKURAT.CO Satelit astronomi Einstein Probe (EP) milik China, yang meluncur pada Januari tahun ini, telah mencatat penemuan awal yang mengesankan, termasuk deteksi fenomena kosmis misterius yang belum pernah diobservasi sebelumnya.
Dikutip dari Antara yang bersumber pada Xinhua, Minggu (3/11/2024), inovasi EP menggunakan teknologi pengamatan sinar-X yang terinspirasi dari struktur mata lobster, memungkinkan deteksi fenomena transien—kejadian cepat yang berkedip di alam semesta layaknya kembang api.
Dengan teknologi ini, EP membawa pemahaman baru terhadap sisi kosmos yang penuh peristiwa intens dan menantang.
Menurut Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), kinerja EP selama uji coba telah melampaui ekspektasi, mendeteksi sekitar 60 fenomena transien yang beragam, dari bintang, lubang hitam, hingga semburan sinar gamma.
Baca Juga: Bawaslu Ingatkan Jajaran di Daerah Siapkan Dokumen Pengawasan Pemilu 2024 Hadapi Sidang PHPU di MK
Salah satu penemuan penting di dalam galaksi Bima Sakti adalah sistem biner sinar-X baru yang diberi nama EP240904a, diduga melibatkan lubang hitam atau bintang neutron.
Temuan yang lebih jauh lagi adalah semburan sinar gamma dari objek bernama EP240315a yang jaraknya diperkirakan mencapai 25,6 miliar tahun cahaya.
Pada bulan April, EP menangkap kejadian sinar-X yang sangat singkat dan intens, meningkat 300 kali lipat dalam 12 detik sebelum menghilang dalam 10 hari.
Fenomena ini, dengan ciri radiasi yang tak biasa, berpotensi menjadi tipe baru peristiwa transien yang belum diketahui.
Dikenal juga dengan nama "Tianguan," untuk menghormati warisan astronomi China kuno yang mencatat supernova SN1054, EP didukung kolaborasi ilmuwan internasional dari ESA, Max Planck Institute, dan badan antariksa Prancis CNES.
Baca Juga: Pentingnya Sinergi KPU dan Bawaslu Demi Sukseskan Pemilu 2024
Dengan dua instrumen utama, teleskop sinar-X medan lebar (WXT) untuk survei dan teleskop lanjutan (FXT) untuk investigasi mendetail, EP memonitor langit secara menyeluruh dan menyelidiki lebih dekat setiap fenomena yang tertangkap.
Peneliti utama EP, Yuan Weimin, menegaskan bahwa EP membuka pintu baru untuk memahami fisika dalam kondisi ekstrem yang mengatur peristiwa kosmis.
Temuan ini diterbitkan dalam jurnal akademik SCIENCE CHINA: Physics, Mechanics & Astronomy dan menjadi langkah penting dalam eksplorasi alam semesta yang dinamis dan penuh kejutan, kata Paul O’Brien, ketua Astrofisika di Universitas Leicester.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









