JetBlue Jadi Maskapai Pertama Gunakan Satelit Project Kuiper Amazon untuk Wi-Fi Penerbangan

AKURAT.CO Amazon mencatat pencapaian baru lewat Project Kuiper setelah JetBlue sepakat menggunakan Wi-Fi satelit di pesawatnya. Layanan ini direncanakan hadir pada 2027 sebagai komitmen awal maskapai tersebut.
Sebelumnya, sejumlah maskapai dunia sudah bekerja sama dengan pesaing utama Project Kuiper, yaitu Starlink milik SpaceX. Namun, JetBlue menjadi yang pertama memilih Amazon sebagai penyedia konektivitas udara.
Presiden JetBlue, Marty St. George, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kenyamanan penumpang. Ia menekankan bahwa akses internet yang lancar di udara akan memudahkan penumpang untuk bekerja, menonton dan tetap terhubung dengan keluarga.
"Kami selalu mencari cara untuk membuat waktu pelanggan kami di udara terhubung dan produktif seperti yang mereka inginkan," ujarnya, dikutip dari Space, Sabtu (6/9/2025).
Saat ini, Project Kuiper masih dalam tahap pembangunan besar-besaran. Dari total 3.200 satelit yang direncanakan, baru 102 yang berhasil ditempatkan di orbit rendah Bumi.
Menariknya, seluruh satelit tersebut berhasil diluncurkan hanya dalam kurun empat bulan terakhir melalui empat misi berbeda. Hal ini menunjukkan kecepatan Amazon dalam mengejar target operasional.
Amazon berencana mempercepat produksi dan penyebaran satelit untuk memperluas jaringan. Perusahaan menargetkan layanan perdana sudah bisa digunakan oleh pelanggan pertama pada akhir tahun ini.
Di sisi lain, Starlink milik SpaceX sudah jauh lebih dulu beroperasi dengan lebih dari 8.300 satelit aktif. Layanan internet berbasis satelit ini telah digunakan oleh pelanggan di seluruh dunia, termasuk berbagai maskapai besar.
Beberapa maskapai yang sudah bekerja sama dengan Starlink antara lain United, Qatar Airways, Air France, hingga Hawaiian Airlines. Persaingan kedua raksasa teknologi ini pun semakin ketat dalam perebutan pasar konektivitas penerbangan.
Amazon tidak hanya menggandeng JetBlue, tetapi juga memperluas kerja sama ke sektor industri penerbangan. Pada April lalu, perusahaan menandatangani kesepakatan dengan Airbus untuk mengintegrasikan teknologi Project Kuiper ke dalam katalog pesawat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







