xAI Elon Musk Dapat Persetujuan Menggunakan 150MW Daya Listrik, 100 Ribu GPU Beroperasi Bersamaan

AKURAT.CO Elon Musk semakin memperkuat dominasi teknologi AI dengan pusat data xAI yang menerima persetujuan untuk mengakses 150MW daya listrik dari jaringan Tennessee pada awal November.
Ini membuat superkomputer raksasa xAI dapat mengoperasikan 100.000 unit GPU secara bersamaan, sebuah inovasi besar dari pasokan daya awal yang hanya 8MW pada pembukaan situs pada bulan Juli lalu. Persetujuan ini menandai kenaikan signifikan yang hampir dua puluh kali lipat dari kapasitas sebelumnya.
Namun, peningkatan permintaan daya yang besar ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemangku kepentingan lokal. Beberapa pihak khawatir bahwa konsumsi energi tinggi ini dapat mempengaruhi kestabilan pasokan listrik dan harga energi di seluruh Lembah Tennessee.
Para ahli memperkirakan bahwa untuk menjalankan 100.000 GPU, pusat data ini membutuhkan sekitar 155MW, sehingga permintaan xAI yang hanya 150MW dianggap sebagai perkiraan konservatif.
Meskipun demikian, Memphis Light, Gas & Water (MLGW), yang bertanggung jawab untuk distribusi daya ke situs xAI, meyakinkan Dewan Kota Memphis bahwa peningkatan permintaan daya ini tidak akan membebani jaringan dan tidak akan mempengaruhi keandalan pasokan listrik lokal.
MLGW juga memastikan bahwa kapasitas tambahan ini masih dalam batas beban puncak utilitas dan dapat membeli lebih banyak daya jika diperlukan.
Namun, beberapa pihak, seperti pengacara dari Pusat Hukum Lingkungan Selatan, menyatakan keprihatinan terhadap dampak jangka panjang dari penggunaan energi industri besar, dengan beberapa menyarankan agar prioritas diberikan kepada kebutuhan energi rumah tangga daripada fasilitas besar seperti xAI.
Dikutip dari Tomshardware.com, Jumat (15/11/2024), persetujuan ini memberikan kekuatan baru bagi Elon Musk untuk mengoperasikan superkomputer AI-nya.
Meski begitu, para ahli mengatakan bahwa pusat data xAI, serta pusat data besar lainnya, kemungkinan akan memerlukan lebih banyak energi dalam beberapa tahun mendatang untuk melatih model AI yang lebih canggih.
Oleh karena itu, perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Google, Microsoft dan Oracle telah mulai berinvestasi dalam solusi energi nuklir untuk mendukung kebutuhan daya masa depan, meskipun ini masih membutuhkan waktu beberapa tahun untuk terwujud.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








