Mengenal Sundar Pichai, Bos Google yang Berasal dari India

AKURAT.CO Sundar Pichai adalah seorang eksekutif bisnis asal India-Amerika yang saat ini menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) Alphabet Inc. dan Google LLC. Ia lahir pada 12 Juni 1972 di Madras (sekarang Chennai), Tamil Nadu, India.
Ayahnya, Regunatha Pichai, adalah insinyur listrik di perusahaan manufaktur, dan ibunya, Lakshmi Pichai, adalah seorang ibu rumah tangga. Pichai menikah dengan Anjali Pichai, yang juga berasal dari India.
Pichai memperoleh gelar Bachelor of Technology di Institut Teknologi India Kharagpur. Ia kemudian memperoleh gelar Master of Science di Universitas Stanford dan MBA di Wharton School, Universitas Pennsylvania.
Pichai memulai karirnya di McKinsey & Company sebagai konsultan manajemen, kemudian bergabung dengan Google pada tahun 2004 sebagai Product Manager dan kemudian dipromosikan menjadi Vice President of Product Development.
Pada tahun 2015, Pichai diangkat sebagai CEO Google, menggantikan Larry Page. Pada tahun 2019, Pichai juga diangkat sebagai CEO Alphabet Inc., menggantikan Larry Page.
Pichai dikenal karena perannya dalam mengembangkan produk-produk Google seperti Google Chrome, Google Drive, dan Google Docs. Ia juga memainkan peran penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Google.
Pichai telah menerima beberapa penghargaan, termasuk Padma Bhushan, penghargaan sipil tertinggi kedua di India. Ia juga telah terpilih sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia oleh TIME Magazine.
Pichai dikenal sebagai orang yang sederhana dan rendah hati serta penggemar berat sepak bola dan kriket. Pria yang dikenal sebagai orang yang sangat cerdas dan memiliki kemampuan analitis tinggi ini juga memiliki hobi membaca dan mendengarkan musik.
Ia telah membuat beberapa keputusan yang sangat strategis untuk Google, seperti memperluas layanan Google ke berbagai bidang dan mengembangkan kecerdasan buatan yang lebih maju. Sosoknya telah memimpin Google untuk bekerja sama dengan beberapa perusahaan lain, seperti Microsoft dan Amazon, untuk mengembangkan beberapa produk dan layanan yang sangat sukses.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







