Akurat
Pemprov Sumsel

Saham Nvidia Anjlok Setelah Aturan Ekspor AS Ke Cina Meningkatkan Biaya Rp92,5 Triliun

Petrus C. Vianney | 17 April 2025, 17:30 WIB
Saham Nvidia Anjlok Setelah Aturan Ekspor AS Ke Cina Meningkatkan Biaya Rp92,5 Triliun

AKURAT.CO Saham Nvidia turun tajam pada Rabu (16/4/2025) setelah perusahaan mengungkapkan kerugian sebesar $5,5 miliar (sekitar Rp92,5 triliun). Kerugian ini disebabkan oleh pembatasan ekspor yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap China.

Perusahaan yang terkenal berkat chip AI-nya kini harus mendapatkan lisensi untuk mengekspor chip H20 AI, yang populer di China. Aturan baru ini merupakan bagian dari ketegangan perdagangan antara AS dan China yang telah meningkatkan tarif di kedua negara.

Pada perdagangan awal, saham Nvidia turun 6,5 persen, sementara Nasdaq anjlok 2,3 persen. Nvidia mengungkapkan bahwa pemerintah AS mengharuskan izin untuk menjual chip H20 ke China, termasuk Hong Kong, dengan aturan yang berlaku tanpa batas waktu.

"Pemerintah mengindikasikan bahwa persyaratan lisensi membahas risiko bahwa produk yang tercakup dapat digunakan, atau dialihkan ke superkomputer di Cina," ujar Nvidia, dikutip dari BBC, Kamis (17/4/2025).

Menurut Nvidia, kebijakan ini bertujuan untuk mencegah produknya digunakan untuk membangun superkomputer di China. Meskipun demikian, perusahaan menolak memberikan komentar lebih lanjut ketika dihubungi oleh media.

Baca Juga: Nvidia Resmi Luncurkan Project G-Assist untuk Gamer

Marc Einstein, analis dari Counterpoint Research, mengatakan bahwa dampak biaya yang diperkirakan Nvidia cukup besar. Namun, ia menilai perusahaan mampu menghadapinya.

Ia juga menambahkan bahwa pembatasan ini bisa jadi taktik negosiasi. Dampaknya tidak hanya dirasakan Nvidia, tetapi juga seluruh industri semikonduktor AS, sehingga kemungkinan ada pengecualian dalam kebijakan tarif di masa depan.

"Saya tidak akan terkejut melihat beberapa pengecualian atau perubahan yang dibuat pada kebijakan tarif dalam waktu dekat, mengingat ini tidak hanya berdampak pada Nvidia tetapi juga seluruh ekosistem semikonduktor AS," tambah Einstein.

Chip AI Nvidia, yang sebelumnya dikenal karena pengolahan grafik untuk game, kini menjadi kunci dalam perkembangan teknologi AI. Meskipun menghadapi tantangan, Nvidia tetap menjadi pemain penting di industri ini.

Rui Ma, pendiri podcast Tech Buzz China, mengungkapkan bahwa jika pembatasan terus berlanjut, rantai pasokan semikonduktor antara AS dan China akan terpisah sepenuhnya. Hal ini dapat mengubah dinamika industri secara signifikan.

"Tidak masuk akal bagi pelanggan Cina mana pun untuk bergantung pada chip AS, terutama karena ada kelebihan pasokan pusat data di Cina," katanya.

Hal ini akan mempengaruhi ketergantungan China pada chip AS, terutama dengan adanya kelebihan pasokan pusat data di negara tersebut. Dampaknya bisa sangat besar bagi kedua negara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.