AKURAT.CO Gmail adalah layanan email gratis dari Google. Nama "Gmail" sendiri berasal dari "Google Mail".
Google memiliki langkah-langkah keamanan untuk Gmail, khususnya bagi pengirim massal. Sejak Februari 2024, pengirim yang mengirim lebih dari 5.000 email per hari ke alamat Gmail diwajibkan untuk:
1. Mengautentikasi Email: Pengirim harus memastikan bahwa email mereka terverifikasi, mengurangi risiko phishing dan email palsu.
2. Menyediakan Opsi Berhenti Berlangganan yang Mudah: Pengguna harus dapat berhenti berlangganan dari email komersial dengan satu klik, dan permintaan tersebut harus diproses dalam dua hari.
3. Menjaga Tingkat Spam Rendah: Pengirim harus memastikan bahwa tingkat spam dari email mereka tetap di bawah ambang batas tertentu untuk mencegah pengguna dibanjiri pesan yang tidak diinginkan.
Langkah-langkah ini dirancang untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna Gmail, memastikan bahwa kotak masuk tetap bersih dan bebas dari konten yang tidak diinginkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









