Survei KedaiKOPI Ungkap Motif Penggunaan WiFi Oleh Masyarakat Indonesia

AKURAT.CO Lembaga Survei KedaiKOPI merilis hasil survei bertajuk "Survei Penggunaan Internet di Indonesia" pada Senin (26/5/2025), yang mengungkapkan bahwa 36,6% responden pernah mengganti nomor telepon dalam lima tahun terakhir.
Alasan utama pergantian nomor adalah kehilangan perangkat (39,1%), SIM card rusak (35,8%), dan keinginan untuk mengganti identitas digital (5,5%). Meski demikian, 99% pengguna tetap menggunakan identitas asli saat registrasi nomor baru.
Survei daring yang dilakukan pada 14–16 Mei 2025 ini melibatkan 1.545 responden secara nasional dengan metode Computer Assisted Self Interview (CASI). Peneliti Lembaga Survei KedaiKOPI, Taufan Anindita Pradana, menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat memanfaatkan WiFi umum untuk menghemat kuota data pribadi.
“Untuk penggunaan WiFi di rumah difokuskan pada akses informasi dan aktivitas digital produktif, seperti mencari berita (86,3%), mengakses media sosial (86%), menonton film atau drama (72,7%), dan bekerja (71,4%),” jelas Taufan dalam keterangannya, Senin.
Sebanyak 83,3% responden memilih WiFi umum karena alasan penghematan kuota, diikuti oleh kemudahan akses dan bebas biaya (69,6%). Dalam pemilihan provider, faktor utama yang dipertimbangkan adalah kestabilan jaringan (42,7%) dan harga paket yang sesuai kebutuhan (28,8%).
Survei juga menunjukkan loyalitas tinggi terhadap provider, dengan 65,8% responden menggunakan provider yang sama selama lebih dari empat tahun, dan 26,6% di antaranya setia lebih dari satu dekade.
“Hal ini menunjukkan loyalitas yang tinggi terhadap provider yang menawarkan kualitas layanan konsisten,” terang Taufan.
Terkait pengeluaran, 61,3% responden menghabiskan Rp50.000–Rp100.000 per bulan untuk paket data, dengan pembelian mayoritas dilakukan melalui Gopay (25,4%), konter pulsa (20,8%), dan mobile banking (17,5%). Paket berlangganan bulanan menjadi pilihan utama (83%), dengan kuota ideal berkisar antara 11–30 GB per bulan (29,6%).
Survei juga mencatat rendahnya minat terhadap "handphone jadul" di Indonesia, dengan hanya 36% responden yang tertarik, terutama untuk rehat dari media sosial (55%) dan menjaga keamanan data (54,9%). Sebaliknya, 64% responden lebih memilih smartphone karena mendukung kebutuhan kerja dan aktivitas sehari-hari.
Taufan menegaskan bahwa temuan ini mencerminkan sikap rasional masyarakat Indonesia dalam memilih layanan internet, dengan mempertimbangkan efisiensi biaya, kualitas jaringan, dan pengalaman penggunaan jangka panjang.
Direktur Riset dan Komunikasi KedaiKOPI Ibnu Dwi Cahyo menambahkan bahwa sebagian masyarakat mengganti nomor telepon karena ingin mengganti identitas digital adalah temuan yang sangat menarik.
“Identitas digital ini bermacam-macam ada yang email, media sosial atau akun platform seperti Whatsapp. Alasannya bisa bermacam-macam, bisa karena masalah privasi, keamanan dan ingin mengubah citra online. Tapi juga tidak menutup kemungkinan adanya penyalahgunaan identitas,” jelasnya.
Ditambahkan Ibnu, dari survei ini ada potensi penyalahgunaan identitas, ada 1% responden yang memakai identitas orang lain saat melakukan registrasi nomor baru.
“Penyalahgunaan identitas ini melanggar tidak hanya UU Kependudukan tetapi juga UU ITE, apalagi nomor baru tersebut digunakan di berbagai platform digital,” jelas Ibnu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







