Komdigi Resmi Luncurkan AI Center of Excellence untuk Percepat Inovasi Teknologi

AKURAT.CO Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi meluncurkan AI Center of Excellence untuk memperkuat daya saing Indonesia di bidang kecerdasan buatan. Program ini hasil kolaborasi dengan Indosat, Cisco dan NVIDIA.
Pusat AI ini dibangun sebagai ekosistem inklusif yang membuka akses teknologi ke semua lapisan masyarakat, baik di desa maupun kota.
Dukungan infrastrukturnya berasal dari teknologi NVIDIA, keamanan digital Cisco dan jaringan Indosat.
AI Center of Excellence mengusung enam pilar utama, mulai dari pengembangan aplikasi sektor prioritas hingga pelatihan talenta digital dan akselerasi startup. Pusat ini juga fokus pada kolaborasi industri, pengembangan Large Language Model nasional, serta perumusan kebijakan AI yang etis.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa kolaborasi ini menunjukkan komitmen membangun kedaulatan digital Indonesia. Ia berharap Indonesia tak sekadar menjadi pasar, tapi juga pusat inovasi AI yang relevan bagi bangsa.
"Kami ingin Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tapi juga rumah bagi inovasi dan penciptaan teknologi AI yang relevan dengan kebutuhan bangsa," ujar Meutya, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Sabtu (12/7/2025).
Indosat menegaskan bahwa pusat AI ini akan membuka akses teknologi dan mendorong Indonesia jadi inovator AI. Cisco menambahkan, infrastruktur digital yang aman dan kuat penting untuk menghadapi era kecerdasan buatan.
"Di Indosat, kami percaya bahwa AI harus inklusif, bukan hanya soal akses, tapi juga soal membuka peluang," kata Vikram Sinha selaku President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Empat strategi utama diterapkan dalam pengembangan pusat AI ini. Pertama, pembangunan infrastruktur AI berskala besar dan berdaulat dengan teknologi generasi terbaru dari NVIDIA.
Kedua, penguatan sistem keamanan digital nasional dilakukan melalui platform SOC Cloud dari Cisco. Platform ini menggabungkan deteksi ancaman berbasis AI dengan perlindungan data yang terintegrasi.
Ketiga, program AI for All menargetkan pemerataan akses AI bagi seluruh masyarakat Indonesia pada 2027 dengan dukungan jaringan Indosat. Selain itu, pusat ini juga akan mengembangkan satu juta talenta digital lewat pelatihan dari NVIDIA dan Cisco.
NVIDIA akan mendukung pengembangan AI lewat riset, pendampingan startup, dan pelatihan dari Deep Learning Institute. Cisco menargetkan melatih 500.000 tenaga kerja digital Indonesia hingga 2030 melalui Cisco Networking Academy.
"Penting untuk memastikan AI bisa diakses oleh semua orang," pungkas Ronnie Vasishta selaku SVP Telecom NVIDIA.
Pusat AI ini diharapkan menjadi fondasi percepatan inovasi dan penguatan ketahanan digital nasional. Kolaborasi ini juga bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pelaku utama dalam ekosistem teknologi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







