Taara: Teknologi Internet Berbasis Laser yang Siap Saingi Starlink

AKURAT.CO Di tengah meningkatnya kebutuhan internet cepat, teknologi baru bernama Taara hadir sebagai solusi dari lab X milik Alphabet. Startup asal California ini menawarkan koneksi internet laser yang diklaim lebih efisien dan cepat dibanding Starlink milik Elon Musk.
Berbeda dengan Starlink yang mengandalkan ribuan satelit, Taara menggunakan terminal darat bernama Lightbridges untuk mengirim data lewat sinar laser tak kasat mata. Alat seukuran lampu lalu lintas ini dapat dipasang di atap gedung, menara, atau pohon tinggi.
Taara mampu menghadirkan kecepatan internet hingga 20 gigabit per detik dalam jarak 20 kilometer. Kecepatan ini 10 hingga 100 kali lebih tinggi dari Starlink, dengan instalasi yang hanya butuh beberapa jam.
Kunci teknologi ini terletak pada sistem pelacakan otomatis untuk menjaga arah sinar laser tetap presisi. Mekanisme ini membuat Taara dapat tetap stabil di berbagai kondisi cuaca ekstrem, seperti di Lembah Rift, Kenya.
Selain kecepatan tinggi, Taara juga unggul secara lingkungan. Tanpa roket, tanpa kabel serat optik dan dengan konsumsi energi yang lebih rendah, sistem ini meminimalkan jejak karbon dan limbah elektronik.
Dikutip dari Paris2018, Senin (28/7/2025), teknologi Taara sudah diterapkan di 12 negara, termasuk di Sungai Kongo yang menghubungkan Brazzaville dan Kinshasa. Sebanyak 700 terabyte data berhasil ditransmisikan dengan uptime 99,99 persen, menunjukkan keandalannya di medan sulit.
Taara juga dimanfaatkan di acara besar seperti Coachella untuk menyediakan internet cepat tanpa infrastruktur rumit. Teknologi ini ideal untuk berbagai kondisi, mulai dari tanggap darurat hingga layanan kesehatan dan pendidikan di daerah terpencil.
Meski tampak sebagai pesaing Starlink, Taara sebenarnya berperan sebagai pelengkap dalam ekosistem jaringan global. Starlink cocok untuk wilayah terpencil, sementara Taara unggul di area padat dengan kebutuhan bandwidth tinggi yang sulit dijangkau kabel.
Kini berdiri sebagai entitas mandiri dari Alphabet, Taara menjalin kerja sama strategis dengan operator, pemerintah dan organisasi kemanusiaan untuk menjangkau 3 miliar orang yang belum memiliki akses internet andal.
Ke depannya, Taara berencana mengembangkan chip fotonik pada 2026 agar teknologi laser ini bisa digunakan di perangkat Internet of Things (IoT) hingga kendaraan otonom. Miniaturisasi ini diharapkan membawa koneksi super cepat ke lebih banyak tempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







