Akurat
Pemprov Sumsel

Foxconn Tarik Insinyur dari India di Tengah Produksi iPhone 17

Leo Farhan | 25 Agustus 2025, 22:15 WIB
Foxconn Tarik Insinyur dari India di Tengah Produksi iPhone 17

AKURAT.CO Menjelang peluncuran iPhone 17, rantai pasok Apple kembali mendapat sorotan. Foxconn, mitra utama Apple dalam produksi iPhone, memutuskan memulangkan sekitar 300 insinyur asal Tiongkok yang sebelumnya ditempatkan di India. Keputusan ini menandakan adanya intervensi politik dalam produksi perangkat paling populer di dunia.

Dilansir oleh Times Of India, Sabtu (23/8/2025), pemerintah Tiongkok meminta Foxconn untuk melaporkan secara detail investasinya di India. Pemanggilan pulang insinyur ini dianggap sebagai langkah untuk memperketat kontrol terhadap aktivitas perusahaan Tiongkok di luar negeri, terutama di negara yang memiliki hubungan geopolitik rumit dengan Beijing.

India selama ini berusaha menarik lebih banyak investasi manufaktur untuk mengurangi ketergantungan global terhadap Tiongkok. Program “Make in India” menjadi motor utama dalam kebijakan tersebut, dan Apple adalah salah satu perusahaan besar yang mendukung inisiatif ini. Namun, langkah Foxconn bisa memperlambat ambisi India menjadi pusat manufaktur baru.

Bagi Apple, situasi ini bukan hal baru. Perusahaan tersebut sudah lama berada di tengah-tengah rivalitas geopolitik antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Kini, dengan meningkatnya peran India, Apple harus menyeimbangkan kepentingan bisnis agar tidak terlalu bergantung pada satu negara.

Keputusan Foxconn juga menunjukkan betapa rapuhnya rantai pasok global. Hanya beberapa ratus insinyur yang ditarik, tetapi dampaknya bisa signifikan terhadap kecepatan produksi iPhone 17. Hal ini bisa memengaruhi jadwal peluncuran, distribusi, hingga ketersediaan stok di berbagai negara.

Selain itu, isu ini memperlihatkan bahwa produksi smartphone tidak hanya soal teknologi, tetapi juga erat kaitannya dengan politik internasional. Pemerintah Tiongkok jelas tidak ingin kehilangan perannya sebagai pusat manufaktur global, sementara India melihat peluang besar untuk mengambil posisi itu.

Pada akhirnya, konsumen mungkin tidak terlalu peduli dengan politik di balik layar, tetapi ketegangan ini bisa memengaruhi harga dan ketersediaan produk. iPhone 17, yang digadang-gadang sebagai salah satu perangkat paling inovatif tahun ini, mungkin menjadi simbol nyata dari persaingan geopolitik yang membentuk masa depan industri teknologi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.