Foxconn Tarik Insinyur dari India di Tengah Produksi iPhone 17

AKURAT.CO Menjelang peluncuran iPhone 17, rantai pasok Apple kembali mendapat sorotan. Foxconn, mitra utama Apple dalam produksi iPhone, memutuskan memulangkan sekitar 300 insinyur asal Tiongkok yang sebelumnya ditempatkan di India. Keputusan ini menandakan adanya intervensi politik dalam produksi perangkat paling populer di dunia.
Dilansir oleh Times Of India, Sabtu (23/8/2025), pemerintah Tiongkok meminta Foxconn untuk melaporkan secara detail investasinya di India. Pemanggilan pulang insinyur ini dianggap sebagai langkah untuk memperketat kontrol terhadap aktivitas perusahaan Tiongkok di luar negeri, terutama di negara yang memiliki hubungan geopolitik rumit dengan Beijing.
India selama ini berusaha menarik lebih banyak investasi manufaktur untuk mengurangi ketergantungan global terhadap Tiongkok. Program “Make in India” menjadi motor utama dalam kebijakan tersebut, dan Apple adalah salah satu perusahaan besar yang mendukung inisiatif ini. Namun, langkah Foxconn bisa memperlambat ambisi India menjadi pusat manufaktur baru.
Bagi Apple, situasi ini bukan hal baru. Perusahaan tersebut sudah lama berada di tengah-tengah rivalitas geopolitik antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Kini, dengan meningkatnya peran India, Apple harus menyeimbangkan kepentingan bisnis agar tidak terlalu bergantung pada satu negara.
Keputusan Foxconn juga menunjukkan betapa rapuhnya rantai pasok global. Hanya beberapa ratus insinyur yang ditarik, tetapi dampaknya bisa signifikan terhadap kecepatan produksi iPhone 17. Hal ini bisa memengaruhi jadwal peluncuran, distribusi, hingga ketersediaan stok di berbagai negara.
Selain itu, isu ini memperlihatkan bahwa produksi smartphone tidak hanya soal teknologi, tetapi juga erat kaitannya dengan politik internasional. Pemerintah Tiongkok jelas tidak ingin kehilangan perannya sebagai pusat manufaktur global, sementara India melihat peluang besar untuk mengambil posisi itu.
Pada akhirnya, konsumen mungkin tidak terlalu peduli dengan politik di balik layar, tetapi ketegangan ini bisa memengaruhi harga dan ketersediaan produk. iPhone 17, yang digadang-gadang sebagai salah satu perangkat paling inovatif tahun ini, mungkin menjadi simbol nyata dari persaingan geopolitik yang membentuk masa depan industri teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







