Elon Musk Prediksi Manusia Bisa Tinggal di Mars pada 2055

AKURAT.CO Elon Musk kembali menyuarakan keyakinannya bahwa manusia dapat tinggal di Mars dalam waktu dekat. Ia menargetkan pemukiman mandiri di Planet Merah bisa terwujud pada tahun 2055.
Menurut Musk, hal tersebut dapat tercapai jika ada kemajuan besar dalam teknologi roket angkat berat. Kuncinya adalah peningkatan jumlah muatan yang dikirim ke Mars setiap dua tahun sekali saat jendela antarplanet terbuka.
"Saya pikir itu dapat dilakukan dalam 30 tahun, asalkan ada peningkatan eksponensial dalam tonase ke Mars," ujar Elon Musk dalam video All-In Summit, dikutip Rabu (17/9/2025).
Ia menekankan bahwa koloni di Mars membutuhkan berbagai sumber daya penting. Mulai dari habitat, robot pendukung, hingga kemampuan menghasilkan bahan bakar dan membangun peralatan teknologi.
Musk menyebut pemukiman di Mars harus benar-benar mandiri. Dengan begitu, koloni tetap bisa bertahan meski pasokan dari Bumi terhenti, sebagaimana dikutip dari Space.
Untuk mewujudkan misi besar ini, SpaceX mengandalkan roket raksasa Starship. Kendaraan tersebut dirancang sepenuhnya dapat digunakan kembali, terdiri dari pendorong Super Heavy dan kapal tahap atas Starship.
Baca Juga: Elon Musk Dituding Menyesatkan Publik soal Teknologi Swakemudi Tesla
Starship menggunakan mesin Raptor generasi baru berbahan bakar metana cair dan oksigen cair. Menurut Musk, kedua bahan tersebut dapat diproduksi langsung di Mars.
Sejauh ini, Starship telah melakukan 10 kali uji coba penerbangan. Uji terbaru berhasil mencapai semua target, termasuk mengirim muatan dummy satelit Starlink ke orbit.
Musk mengungkapkan, penerbangan berikutnya akan menjadi yang terakhir untuk versi 2. Setelah itu, SpaceX akan beralih ke Starship versi 3 dengan mesin Raptor 3 dan daya angkut lebih dari 100 ton.
Meski pelindung panas masih menjadi tantangan besar, Musk optimistis masalah itu bisa diatasi. Ia yakin, Starship akan segera mampu digunakan kembali secara penuh.
Bagi Musk, kolonisasi Mars adalah langkah penting bagi masa depan manusia. Dengan menjadi spesies multi-planet, peradaban manusia memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dari ancaman bencana besar di Bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








