Inovasi Tekno untuk Menjaga Kualitas Air Kolam Lele secara Efisien

AKURAT.CO Kualitas air kolam memegang peran vital dalam budidaya ikan lele. Jika tidak dijaga, ekosistem air akan cepat rusak, menghambat pertumbuhan ikan, bahkan memicu kematian massal.
Artikel ini menyajikan langkah-langkah teknis yang dapat kamu terapkan agar air kolam tetap sehat dan produktif.
1. Kuras dan isi ulang sistem otomatis
Setiap kali air mulai berbau amis atau lele kehilangan nafsu makan, lakukan pengurasan sebesar dua per tiga volume kolam.
Kuras bagian dasar agar sisa pakan dan kotoran ikut terbuang. Setelah itu, isi kembali dengan air bersih dan otomatis tambahkan pupuk higienis (setengah dosis normal). Dalam rentang 2-4 jam, sistem kualitas air akan pulih, nafsu ikan kembali meningkat, dan stres menurun.
2. Pemupukan periodik berbasis sensor
Gunakan sensor pH, DO (dissolved oxygen), dan kekeruhan secara berkala. Setelah 4-5 hari, ketika air mulai jernih, lakukan pemupukan susulan dengan dosis setengah dari pemupukan awal.
Pemupukan harus dijadwalkan pada hari ketiga sejak pemupukan pertama untuk menjaga kecerahan air.
3. Sistem sirkulasi dan aerasi digital
Pasang pompa dan aerator otomatis yang dapat menyesuaikan daya dorong berdasarkan kadar oksigen dan suhu air.
Sistem kontrol digital akan menjaga agar oksigen tetap stabil, menghindari stagnasi dan kondisi yang memicu pertumbuhan mikroba merugikan.
4. Manajemen beban pakan cerdas
Gunakan feeder otomatis yang hanya memberikan pakan sesuai kebutuhan. Hindari pemberian berlebih agar sisa tidak mengendap di dasar kolam sebagai limbah.
Sensor deteksi kekeruhan dapat memicu feeder untuk berhenti sementara.
5. Pengamatan dan alarm mutu air
Sambungkan sensor mutu air ke aplikasi IoT atau dashboard pemantau. Bila parameter (pH, DO, kekeruhan) keluar dari nilai ideal, sistem akan memicu alarm visual atau notifikasi di smartphone agar tindakan korektif segera dilakukan.
Mengintegrasikan teknik digital seperti sensor, otomatisasi pompa dan pemantauan online, usahamu dalam menjaga kualitas air kolam lele menjadi lebih akurat, hemat dan efisien. Itulah wujud transformasi menuju Akuakultur 4.0.
Laporan: Dinda NS/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








