GASA, Mastercard dan Indosat Luncurkan Laporan Penipuan Digital di Indonesia 2025

AKURAT.CO Global Anti Scam Alliance (GASA) bersama Mastercard dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meluncurkan laporan 'State of Scams in Indonesia 2025'. Laporan Ini menyoroti peningkatan ancaman penipuan digital yang banyak menargetkan generasi muda di Indonesia.
Peluncuran laporan ini merupakan tindak lanjut dari pembentukan GASA Indonesia Chapter pada Juli 2025. Kebijakan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan siber nasional di tengah maraknya kejahatan digital.
Dalam temuan laporan, dua dari tiga orang dewasa di Indonesia mengaku pernah terpapar penipuan dalam setahun terakhir. Total kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp49 triliun, dengan modus terbanyak berasal dari pesan instan dan SMS.
"Penipuan digital telah merugikan masyarakat di seluruh Indonesia, mengikis kepercayaan dan menguras keuangan," ujar Reski Damayanti selaku Ketua GASA Indonesia Chapter dan Chief Legal & Regulatory Officer IOH, saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Aileen Goh, Country Manager Mastercard Indonesia dan Wakil Ketua GASA Indonesia Chapter, menilai bahwa meningkatnya ekonomi digital membawa risiko baru bagi konsumen dan pelaku usaha. "Kepercayaan adalah fondasi ekonomi digital yang inklusif," tambahnya.
Sementara itu, Putri Alam, Government Affairs and Public Policy Director Google Indonesia, mengatakan pihaknya terus meningkatkan keamanan pengguna lewat teknologi AI. Ia mencontohkan fitur deteksi penipuan di Google Messages dan Safe Browsing di Chrome yang melindungi dari serangan phishing.
Direktur GASA Asia Pasifik, Brian D. Hanley, menegaskan bahwa di balik setiap kasus penipuan terdapat dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. "Penipuan tidak hanya mengambil uang, tetapi juga kepercayaan antar manusia," katanya.
Laporan GASA ini merekomendasikan tiga langkah utama, yaitu meningkatkan edukasi publik dan bantuan bagi korban, memperkuat pemblokiran penipuan di tingkat jaringan, serta memperluas kolaborasi lintas sektor untuk investigasi dan penegakan hukum.
Penelitian GASA dilakukan terhadap 1.000 responden di seluruh Indonesia pada Februari-Maret 2025. Studi ini menjadi dasar bagi upaya membangun kepercayaan digital dan memperkuat ketahanan siber Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








