Amazon Perkenalkan Agen AI Baru yang Mampu Bekerja Berhari-hari Tanpa Henti

AKURAT.CO Amazon Web Services (AWS) memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru dalam ajang re:Invent di Las Vegas. CEO AWS Matt Garman mengatakan inovasi ini akan membantu perusahaan memaksimalkan penggunaan kecerdasan buatan.
Garman mengatakan agen AI generasi baru ini dapat menangani tugas kompleks dalam waktu lama tanpa sering meminta arahan pengguna. Teknologi ini lahir dari rekayasa perangkat lunak berskala besar, arsitektur memori yang kuat dan kombinasi berbagai model AI.
"Inilah yang telah kami kerjakan dengan susah payah selama setahun terakhir: bagaimana Anda membangun otak yang sangat kuat ini yang dapat melakukan alur kerja yang rumit," ujarnya, dikutip dari The Wall Street Journal, Kamis (4/12/2025).
Dalam konferensi yang sama, AWS juga memperkenalkan Nova Forge, layanan yang membuat perusahaan dapat melatih versi khusus model Nova menggunakan data internal mereka. Selain itu, AWS merilis chip AI Trainium3 untuk kebutuhan pelatihan model berskala besar.
Pengumuman ini menegaskan upaya Amazon di tengah persaingan AI yang makin ketat. Garman mengatakan tren agen AI kini membuat AWS lebih unggul karena teknologi tersebut sangat bergantung pada data dan sistem inti di infrastrukturnya.
Kinerja AWS menunjukkan tren positif sepanjang tahun ini. Pada laporan kuartal ketiga Oktober lalu, pendapatan perusahaan naik 20 persen dan menjadi pertumbuhan tercepat sejak 2022.
Analis industri Jason Andersen menilai luasnya penggunaan AWS di berbagai perusahaan memberi keunggulan kompetitif. Meski begitu, ia mencatat pasar solusi AI kini semakin padat dengan banyaknya opsi baru.
Garman mengatakan Nova Forge hadir karena perusahaan membutuhkan model AI yang mampu memahami konteks bisnis secara lebih dalam. Layanan ini membuat data internal dapat dimasukkan sejak tahap prapelatihan untuk menghasilkan model yang lebih tepat.
Menurut AWS, pelanggan beta melihat peningkatan kinerja hingga 60 persen ketika memakai model khusus tersebut. Hasil ini dinilai lebih efektif dibanding pendekatan tradisional seperti fine-tuning.
Garman mengatakan tantangan terbesar saat ini adalah memenuhi lonjakan kebutuhan infrastruktur AI. AWS menyebut telah menambah kapasitas pusat data 3,8 gigawatt dalam setahun terakhir dan terus mempercepat ekspansi untuk mendukung permintaan yang terus naik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







