Akurat
Pemprov Sumsel

Resmi! Netflix Akuisisi Bisnis Film dan Streaming Warner Bros Senilai Rp1.198 Triliun

Petrus C. Vianney | 7 Desember 2025, 11:06 WIB
Resmi! Netflix Akuisisi Bisnis Film dan Streaming Warner Bros Senilai Rp1.198 Triliun

 

AKURAT.CO Netflix setuju membeli bisnis film dan layanan streaming Warner Bros Discovery senilai $72 miliar (sekitar Rp1.198 triliun). Kesepakatan ini membuat Netflix mengalahkan penawar lain seperti Comcast dan Paramount Skydance.

Akuisisi ini mencakup sejumlah waralaba besar, termasuk Harry Potter, Game of Thrones, serta platform HBO Max. Jika memperoleh persetujuan regulator, pengambilalihan tersebut akan melahirkan pemain baru yang jauh lebih besar di industri hiburan global.

Sejumlah pihak dalam industri kreatif, termasuk Writers Guild of America, menilai kesepakatan ini berpotensi merugikan pekerja dan konsumen. Mereka khawatir penggabungan tersebut akan mengurangi lapangan kerja, menekan upah dan membatasi keberagaman konten.

Co-CEO Netflix Ted Sarandos optimistis persetujuan akan berjalan lancar dan penggabungan konten Warner Bros dengan judul Netflix akan memperkuat posisi perusahaan. Ia menegaskan upaya ini akan membentuk era baru dalam industri penceritaan.

Greg Peters, Co-CEO Netflix lainnya, menilai merek HBO tetap memiliki nilai penting bagi pelanggan. Meski demikian, ia belum memberi rincian tentang masa depan platform tersebut setelah proses integrasi berjalan.

Netflix menargetkan efisiensi biaya $2-3 miliar (sekitar Rp33-49 triliun) dari penghapusan fungsi tumpang tindih. Film Warner Bros tetap tayang di bioskop dan studionya masih bisa bekerja sama dengan pihak ketiga.

Sarandos menyebut akuisisi ini sebagai momen besar bagi Netflix dan mengaku memahami jika beberapa pemegang saham terkejut. Ia menilai upaya ini merupakan peluang langka untuk memperkuat masa depan perusahaan selama puluhan tahun ke depan.

CEO Warner Bros David Zaslav mengatakan penggabungan dua perusahaan ini akan memperluas jangkauan cerita yang dapat dinikmati penonton global. Menurutnya, kemitraan dengan Netflix akan memastikan konten Warner Bros tetap relevan di masa mendatang.

Kesepakatan transaksi tunai dan saham ini bernilai $27,75 (sekitar Rp461 ribuan) per lembar saham Warner Bros, dengan total valuasi perusahaan mencapai sekitar $82,7 miliar (sekitar Rp1.376 triliun). Dewan direksi kedua pihak telah menyetujui kesepakatan tersebut secara bulat.

Writers Guild of America kembali menegaskan penolakannya dan mendesak regulator untuk menghentikan penggabungan ini. Mereka menilai dampaknya akan merugikan pekerja hiburan dan membatasi pilihan bagi penonton.

Pihak lain seperti organisasi Cinema United menyebut akuisisi ini dapat mengancam keberlangsungan bisnis bioskop di berbagai negara. Mereka menilai dampaknya dapat dirasakan mulai dari jaringan besar hingga bioskop kecil.

Pengambilalihan akan tuntas setelah Warner Bros memisahkan divisi streaming dan studionya dari unit jaringan global. Divisi jaringan global tersebut nantinya menjadi Discovery Global, sementara TNT Sports International tetap ikut dalam unit yang dijual ke Netflix.

Dikutip dari BBC, Sabtu (6/12/2025), analis industri melihat kesepakatan ini sebagai langkah besar Netflix untuk memperluas dominasi pasar global. Meski begitu, mereka memperingatkan bahwa proses integrasi skala besar dapat menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.

Pengamat menyebut penggabungan ini berpotensi mengurangi produksi film dan serial dari perusahaan hasil merger. Kondisi tersebut diperkirakan akan menimbulkan penolakan dari serikat pekerja dan pelaku industri lainnya.

Bagi konsumen, merger ini diprediksi dapat mendorong kenaikan harga langganan. Meski HBO Max kemungkinan berhenti menjadi layanan utama, ekspansi Netflix ke lebih banyak rumah tangga diperkirakan menaikkan pendapatan perusahaan.

Beberapa analis menilai janji Netflix merilis film Warner Bros di bioskop dapat meredakan kekhawatiran Hollywood. Namun, mereka memperingatkan regulator akan memantau apakah penghematan biaya memberi Netflix kekuatan harga lebih besar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.