Google Hentikan Fitur Laporan 'Dark Web', Fokus Kembangkan Keamanan Data Pengguna

AKURAT.CO Google memutuskan untuk menghentikan fitur Laporan Web Gelap (Dark Web) gratis yang digunakan untuk memantau kebocoran data pengguna. Perusahaan menilai alat ini belum memberikan manfaat maksimal dan kurang membantu pengguna mengambil tindakan lanjutan.
Keputusan tersebut diumumkan melalui halaman dukungan resmi Google. Penghentian ini dilakukan sekitar dua tahun setelah fitur tersebut pertama kali diperkenalkan untuk pengguna Gmail.
Fitur Laporan Dark Web berfungsi memindai alamat email pengguna untuk mendeteksi kebocoran data. Informasi tersebut biasanya berasal dari insiden pelanggaran data yang beredar di pasar web gelap.
Jika ditemukan kecocokan, pengguna akan menerima notifikasi terkait sumber kebocoran data. Laporan juga dapat menampilkan jenis informasi yang terpapar, seperti nomor telepon, alamat, atau tanggal lahir.
Namun, Google menyebut umpan balik pengguna menunjukkan fitur ini hanya bersifat informatif. Banyak pengguna menilai laporan tersebut tidak disertai langkah perlindungan yang jelas dan mudah diterapkan.
Dalam versi terakhirnya, fitur ini hanya mengarahkan pengguna ke alat lain milik Google. Tautan tersebut mencakup penghapusan data pribadi dari hasil pencarian serta panduan dasar pengamanan akun.
"Kami membuat perubahan ini untuk fokus pada alat yang memberi Anda langkah-langkah yang lebih jelas dan dapat ditindaklanjuti untuk melindungi informasi Anda secara online," tulis Google dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (16/12/2025).
Meski menghentikan fitur tersebut, Google menegaskan upayanya dalam melindungi pengguna dari ancaman online. Perusahaan juga memastikan akan terus memantau risiko keamanan, termasuk yang berasal dari web gelap.
Pemindaian melalui Laporan Web Gelap akan dihentikan mulai 15 Januari. Selanjutnya, fitur ini akan sepenuhnya tidak tersedia lagi per 15 Februari.
Penghentian ini juga berlaku bagi pelanggan berbayar Google One. Sebagai alternatif, pengguna disarankan memanfaatkan layanan lain seperti HaveIBeenPwned untuk memantau kebocoran data pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








