Jumlah De-Orbit Satelit Starlink Turun Tajam pada 2025, SpaceX Klaim Fokus Keselamatan Luar Angkasa

AKURAT.CO SpaceX melaporkan penurunan signifikan jumlah satelit Starlink yang dideorbit dan terbakar di atmosfer Bumi sepanjang 2025. Data ini disampaikan dalam laporan setengah tahunan perusahaan kepada Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC).
Dalam periode Juni hingga November 2025, SpaceX hanya mendeorbit 218 satelit Starlink. Angka tersebut turun drastis dibandingkan 472 satelit yang masuk kembali ke atmosfer pada enam bulan sebelumnya.
Secara umum, jumlah satelit Starlink yang jatuh ke Bumi berkurang dari sekitar 500 unit menjadi sekitar 200 unit dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini menunjukkan perubahan signifikan dalam siklus operasional konstelasi Starlink.
SpaceX menilai penurunan tersebut berkaitan dengan hampir rampungnya proses pensiun satelit generasi lama. Satelit Starlink umumnya memiliki masa operasional sekitar lima tahun sebelum dikeluarkan dari orbit.
Sebanyak 167 satelit yang dideorbit berasal dari konstelasi Starlink generasi pertama. Satelit-satelit ini mulai melayani pelanggan di Amerika Serikat lebih dari lima tahun lalu.
Sementara itu, satelit lain yang dipensiunkan merupakan bagian dari konstelasi generasi kedua. Beberapa di antaranya dikeluarkan lebih awal akibat gangguan fungsi atau temuan cacat perangkat keras.
Astronom dan pelacak satelit Jonathan McDowell menyebut SpaceX hampir menyelesaikan pensiun massal satelit tua. Namun, ia menilai tingkat masuk kembali satelit masih tergolong tinggi dibandingkan kondisi pada 2023.
"SpaceX telah meluncurkan 10.801 satelit Starlink. Sejauh ini, 1.391 satelit atau sekitar 13 persen dari konstelasi telah memasuki kembali atmosfer Bumi," kata McDowell, dikutip dari PCMag, Rabu (7/1/2026).
Meski jumlah deorbit menurun, potensi peningkatan masih ada seiring bertambahnya usia konstelasi. Saat ini, sekitar 9.399 satelit Starlink masih beroperasi aktif di orbit Bumi rendah.
Isu masuk kembali satelit juga memicu kekhawatiran dampak lingkungan dan keselamatan. SpaceX menyatakan sedang melakukan penataan ulang orbit satelit untuk mempercepat deorbit jika terjadi kegagalan, guna meningkatkan keamanan aktivitas luar angkasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








