Menyibak Kenapa Produk yang Muncul di E-Commerce Terasa 'Pas', Pakai Teknologi Ini

AKURAT.CO Di balik katalog besar e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, atau Lazada, terdapat algoritma rekomendasi yang bekerja tanpa henti. Sistem ini menyaring jutaan produk untuk menampilkan yang paling relevan bagi setiap pengguna.
Algoritma tersebut tidak sekadar menampilkan produk populer. Ia menganalisis preferensi dan perilaku pengguna agar pengalaman belanja terasa lebih personal dan efisien.
Apa Itu Algoritma Rekomendasi?
Algoritma rekomendasi merupakan sistem yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning untuk membaca pola perilaku pengguna. Data seperti riwayat pencarian, klik, hingga pembelian dianalisis untuk memprediksi produk yang kemungkinan besar diminati.
Tujuan akhirnya bukan sekadar menampilkan produk yang relevan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus mendorong konversi dan kepuasan pelanggan, sebagaimana dikutip dari Meegle, Minggu (22/2/2026).
Untuk mewujudkan hal tersebut, platform mengandalkan teknologi berbasis data dan kecerdasan buatan. Secara teknis, rekomendasi produk dilakukan melalui beberapa metode inti:
1. Collaborative Filtering
Metode ini menganalisis pola pengguna lain yang memiliki perilaku serupa dengan Anda. Jika membeli produk tertentu, sistem akan merekomendasikannya karena terbukti efektif memanfaatkan pola kolektif data.
2. Content-Based Filtering
Sistem ini tidak bergantung pada pengguna lain, melainkan pada fitur produk yang pernah Anda minati, seperti kategori atau merek. Dari sana, algoritma akan menampilkan produk serupa yang dianggap relevan.
3. Hybrid System
Sebagian besar e-commerce modern menggabungkan berbagai metode untuk meningkatkan akurasi rekomendasi. Pendekatan ini memaksimalkan keunggulan tiap teknik sekaligus menutupi kekurangannya.
Selain itu, tren terbaru memanfaatkan deep learning dan analisis real-time untuk membaca perilaku pengguna. Sistem ini tidak hanya mengandalkan data lama, tetapi juga memahami aktivitas dari satu sesi ke sesi berikutnya, sebagaimana dikutip dari EA Journals.
Proses Kerja di Balik Layar
1. Pengumpulan Data
Platform e-commerce mengumpulkan berbagai data, mulai dari klik, pencarian, riwayat pembelian, durasi melihat produk, hingga ulasan pengguna.
2. Pembuatan Model
Data tersebut kemudian diproses oleh algoritma AI untuk mempelajari pola dan preferensi setiap pengguna.
3. Penyajian Rekomendasi
Berdasarkan hasil pemodelan, sistem menampilkan produk yang dinilai paling relevan melalui beranda, halaman produk, notifikasi, maupun email.
Kenapa Ini Penting bagi Konsumen dan E-Commerce?
- Konsumen mendapatkan pengalaman belanja yang lebih cepat, relevan dan personal, tidak perlu menggulir ratusan produk untuk menemukan yang sesuai.
- E-Commerce melihat peningkatan metrik penting seperti conversion rate, nilai pembelian rata-rata (average order value) dan retensi pelanggan berkat rekomendasi yang tepat sasaran.
Tantangan Teknologi
Meski canggih, sistem ini bukan tanpa persoalan. Rekomendasi yang terlalu sempit dapat memicu efek filter bubble, sehingga pengguna terus melihat produk yang serupa.
Dikutip dari Business Analytics Institute, isu lain yang ikut mencuat adalah soal privasi data. Penggunaan data perilaku dalam skala besar menjadi perhatian di banyak negara.
Di sisi lain, algoritma rekomendasi memang dirancang untuk membaca pola perilaku pengguna dengan bantuan AI. Teknologi ini bukan hanya mempermudah belanja, tetapi juga menjadi strategi penting platform untuk meningkatkan penjualan dan loyalitas pelanggan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







