Mantan Pembawa Acara Radio Gugat Google, Tuduh Suaranya Dipakai Tanpa Izin untuk Produk AI NotebookLM

AKURAT.CO Mantan pembawa acara Morning Edition, David Greene, menggugat Google atas dugaan penggunaan suaranya di produk kecerdasan buatan (AI) bernama NotebookLM tanpa izin. Ia menilai suaranya ditiru dalam konten podcast yang dihasilkan AI tersebut.
Greene, yang meninggalkan program radio itu pada 2020, baru mengetahui dugaan tersebut pada musim gugur 2024. Ia mendapat pesan dari rekan dan kolega yang menyebut suara dalam podcast AI NotebookLM terdengar sangat mirip dengannya.
"Saya belum pernah mendengar tentang NotebookLM atau menggunakannya," ujar Greene, dikutip dari NPR, Sabtu (21/2/2026).
Setelah mendengarkan sendiri rekaman tersebut, ia merasa bukan hanya karakter suara yang mirip, melainkan juga gaya bicara, intonasi, hingga cara menyusun pertanyaan. Menurutnya, detail kecil seperti penekanan kata dan pola percakapan terasa identik dengan dirinya.
Google membantah tuduhan tersebut dan menegaskan suara pria di NotebookLM dibuat dari aktor profesional, bukan meniru Greene. Perusahaan juga menyebut gugatan itu tidak memiliki dasar yang kuat.
Greene menyerahkan penanganan kasus ini kepada tim kuasa hukumnya. Ia menilai persoalan ini menyangkut isu yang lebih luas karena pembuatan versi digital tanpa izin bisa berdampak pada pekerja media dan industri kreatif.
"Anda tahu, mengekspresikan empati, rasa ingin tahu, rasa hormat dengan suara saya. Dan hanya gagasan bahwa itu entah bagaimana dapat dicuri adalah sesuatu yang tidak dapat saya jalani jika saya tidak setidaknya melihat ke mana pengadilan dapat mengambil ini," katanya.
Kasus ini memperpanjang perdebatan soal etika AI generatif, terutama terkait hak atas suara dan identitas digital. Perkembangan teknologi sintesis suara yang makin realistis membuat batas antara inovasi dan pelanggaran hak pribadi kian samar.
Jika proses hukum berlanjut, putusannya bisa menjadi rujukan penting dalam pengaturan penggunaan suara pada teknologi AI. Dampaknya akan terasa bagi jurnalis, penyiar dan kreator konten yang identitas profesionalnya sangat bergantung pada karakter vokal mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





