OpenAI Rilis GPT-5.3-Codex, Model AI yang Ikut Membantu Pengembangannya Sendiri

AKURAT.CO OpenAI merilis GPT-5.3-Codex, model kecerdasan buatan terbaru yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pengkodean. Model ini diklaim memiliki penalaran lebih kuat dan performa lebih cepat dibanding versi sebelumnya.
Peluncuran GPT-5.3-Codex terjadi di tengah persaingan ketat industri AI global. Pada waktu yang hampir bersamaan, Anthropic juga memperkenalkan model pengkodean baru Claude Opus 4.6.
Sebelumnya, OpenAI meluncurkan aplikasi Codex untuk macOS yang dapat membuat pengelolaan beberapa agen AI dalam satu antarmuka. Kehadiran aplikasi ini memperluas pemanfaatan AI dalam proses pengembangan perangkat lunak.
Salah satu klaim utama OpenAI adalah bahwa GPT-5.3-Codex turut membantu proses pengembangannya sendiri. Pernyataan ini menandai pergeseran peran AI dari sekadar alat menjadi bagian aktif dalam siklus pengembangan teknologi.
Baca Juga: OpenAI Hapus Sejumlah Model ChatGPT Mulai Februari, GPT-4o Termasuk yang Dipensiunkan
OpenAI menjelaskan bahwa versi awal Codex digunakan untuk memperbaiki pelatihan, mengelola implementasi dan menganalisis hasil pengujian. Pendekatan tersebut disebut mampu mempercepat proses pengembangan model secara signifikan.
"Dengan GPT-5.3-Codex, Codex berubah dari agen yang dapat menulis dan meninjau kode menjadi agen yang dapat melakukan hampir semua hal yang dapat dilakukan pengembang dan profesional di komputer," tulis OpenAI dalam laman resminya, dikutip Minggu (8/2/2026).
Perkembangan ini kembali memicu diskusi tentang konsep peningkatan diri teknologi yang sering dikaitkan dengan teori singularitas. Dalam skenario tersebut, AI dapat mempercepat kemajuan teknologi secara eksponensial.
Saat ini, GPT-5.3-Codex telah tersedia melalui aplikasi Codex dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pengembangan perangkat lunak. Kehadirannya memperlihatkan arah baru evolusi AI dalam dunia teknologi modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








