Hati-hati! Bahaya Propaganda Digital dan Manipulasi Informasi

AKURAT.CO Di era yang serba cepat ini, informasi bertebaran di mana-mana. Banyak opini-opini figur publik yang menjadi sorotan warganet yang tanpa sadar mereka sedang berada dalam upaya manipulasi opini menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
Kelompok ekstrem, pemerintah, pengusaha, ataupun individu mulai menggunakan media sosial dan rela membuat akun anonim dan bot otomatis untuk memperkuat informasi tertentu.
Inilah yang mereka sebut propaganda digital. Mereka mulai mengampanyekan sebuah narasi untuk memengaruhi opini publik terhadap suatu isu, permasalahan, serta memperluas pengaruh seseorang atau kelompok dalam dunia digital.
Kenapa propaganda digital itu menyeramkan? Sebenarnya apa itu propaganda digital? Simak penjelasannya dalam artikel ini!
Baca Juga: Bagaimana Propaganda Perang Membentuk Persepsi Musuh dan Kawan
Apa Itu Propaganda Digital
Propaganda adalah sebuah penyebaran informasi yang dirancang secara sistematis untuk memanipulasi opini, emosi, sikap dan perilaku publik dalam memperluas pengaruh untuk menggapai tujuan tertentu.
Dalam dunia digital, propaganda dilakukan secara terencana untuk mempengaruhi cara berpikir, sikap , perilaku, hingga tindakan seseorang melalui dunia digital seperti media sosial Instagram, TikTok, X, website YouTube, bahkan bisa merambah hingga grup WhatsApp dan Telegram.
Informasi yang disajikan dalam propaganda digital biasanya berupa teks dengan kata-kata ‘logika,’ gambar, video, meme ataupun komentar pin yang langsung menjadi sorotan pembaca ketika melihat suatu informasi.
Akhirnya membuat orang percaya sesuatu, mulai membenci atau mendukung pihak tertentu sehingga bertindak sesuai dengan keinginan si pembuat pesan.
Baca Juga: Pengeras Suara Propaganda Korea Utara Dicopot, Warga Perbatasan Bersyukur
Tujuan Propaganda Digital
Propaganda digital tidak hanya menyebarkan informasi yang bersifat hoaks, akan tetapi memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu mempengaruhi pikiran orang lain.
Mereka akan membuat suatu opini yang membuat orang berpikir ini adalah hal yang benar, dan ini adalah hal yang salah meskipun informasi belum dipastikan akurat.
Hasil propaganda ini akan mulai mengubah sikap dan perasaan orang lain. Orang yang terpengaruh akan mulai marah, takut, bersimpati, hingga memiliki sifat fanatik dalam mendukung narasi tersebut.
Orang yang termakan propaganda ini nantinya akan mudah terpengaruh secara emosional ketika memakan informasi hasil propaganda tersebut.
Efeknya adalah orang-orang akan mulai melekat pada satu tokoh yang sangat sesuai dengan informasi yang diberikan dan akhirnya melahirkan kelompok-kelompok oposisi dan membenci secara personal.
Orang yang sering termakan oleh keadaan seperti ini biasanya sangat mengikuti tren, melakukan boikot, bahkan ikut turun terhadap aksi tertentu karena termakan akal licik si dalang propaganda.
Propaganda dilakukan agar orang-orang terpengaruh untuk memihak kepada kelompok atau seseorang dengan menuangkan narasi yang mengobrak-abrik emosi seseorang untuk mencapai tujuan mereka.
Oleh karena itu, propaganda disusun dengan sangat sistematis dan terstruktur, sehingga kejadian yang terjadi akan terus berulang.
Pesan yang mereka berusaha sampaikan sangat konsisten untuk menaikkan derajat mereka demi mencapai kepentingan pribadi.
Walaupun kadang terlihat begitu alami tanpa adanya rasa propaganda ataupun maksud terselubung dalam postingan mereka, sebenarnya narasi yang berusaha mereka bangun sudah dirancang sedemikian rupa untuk mengalihkan situasi masyarakat.
Jadi, propaganda itu adalah kebohongan yang dilakukan pihak berkepentingan untuk mencapai tujuan mereka dengan cara memanipulasi informasi yang disebarluaskan di kalangan masyarakat dengan cara membangun narasi ‘benar’ di kalangan masyarakat.
Fikhra Azmi - Magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









