Akurat
Pemprov Sumsel

X Siapkan Tombol 'Tidak Suka' untuk Balasan, Fokus Kurangi Spam dan Konten Tak Relevan

Winna Wandayani | 20 Maret 2026, 23:59 WIB
X Siapkan Tombol 'Tidak Suka' untuk Balasan, Fokus Kurangi Spam dan Konten Tak Relevan
Ilustrasi X (Freepik)

AKURAT.CO Platform media sosial X milik Elon Musk kembali menguji fitur tombol 'tidak suka' (dislike) pada balasan. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna mengontrol jenis konten yang muncul di linimasa mereka sekaligus menekan spam.

Kepala produk X, Nikita Bier, memberi sinyal kehadiran fitur ini melalui unggahan di platform. Ia bahkan membagikan rekaman layar yang menunjukkan cara kerja tombol tersebut.

Dalam demo tersebut, tombol 'tidak suka' tampil sebagai ikon jempol ke bawah, ditempatkan di antara tombol 'suka' dan bookmark pada balasan. Setelah ditekan, pengguna akan diminta memberikan alasan, seperti:

- Tidak tertarik

- Konten menyesatkan

- Dibuat oleh AI

- Spam

- Perlu dilaporkan

Menariknya, jumlah dislike tidak akan ditampilkan secara publik. Artinya, fungsi utama fitur ini adalah sebagai sinyal ke algoritma, bukan untuk penilaian sosial seperti 'like'.

Target Utama: Kurangi Spam

Pengembangan fitur ini tidak lepas dari masalah spam yang masih marak di X. Nikita Bier menyebut insentif finansial bagi pelaku spam akan segera ditekan, bahkan berpotensi menjadi negatif dalam waktu dekat.

"Insentif finansial untuk mengirim spam di X akan sangat menurun dan segera bisa menjadi negatif," ujar Bier dalam postingannya di platform X, dikutip Kamis (19/3/2026).

Fitur ini diharapkan mampu membantu mengidentifikasi konten berkualitas rendah. Kehadiran tombol 'tidak suka' diposisikan sebagai alat tambahan untuk:

- Mengidentifikasi balasan berkualitas rendah

- Memberi sinyal negatif ke algoritma

- Membersihkan percakapan dari spam atau konten AI yang tidak relevan

Bukan Fitur Baru, Tapi Versi yang Diperbarui

Konsep dislike sebenarnya bukan hal baru di ekosistem X (dulu Twitter). Beberapa jejak pengembangannya:

- 2017: Twitter mulai uji sistem umpan balik untuk tweet

- 2020: Eksplorasi fitur downvote

- 2022: Uji coba global dengan ikon panah ke bawah (mirip Reddit)

- 2024: Kode fitur kembali ditemukan di aplikasi iOS

Namun, fitur tersebut sempat dihentikan sebelum akhirnya kembali dikembangkan oleh X. Kini, platform mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih matang dibandingkan sebelumnya.

Apa Bedanya Kali Ini?

Perbedaan utama dari versi sebelumnya:

- Fokus pada balasan, bukan tweet utama

- Tidak ada hitungan publik

- Terintegrasi langsung dengan sistem moderasi dan rekomendasi konten

- Disertai opsi pelaporan yang lebih spesifik

Selain itu, kali ini pihak X secara terbuka membicarakan pengembangannya, sehingga peluang peluncurannya dinilai lebih besar dibanding eksperimen sebelumnya. Hal ini menunjukkan arah baru dalam strategi peningkatan kualitas percakapan di platform.

Dampak ke Pengguna dan Kreator

Fitur ini diprediksi akan membawa perubahan pada cara pengguna berinteraksi di X. Jika resmi dirilis, fitur ini berpotensi mengubah dinamika interaksi di X:

- Pengguna bisa lebih mudah menyaring konten

- Kreator harus lebih berhati-hati terhadap kualitas balasan

- Algoritma akan lebih agresif menurunkan visibilitas konten negatif

Namun, tetap ada risiko penyalahgunaan, seperti aksi dislike massal yang bisa dimanfaatkan untuk menjatuhkan opini tertentu. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara moderasi dan kebebasan berekspresi.

Di sisi lain, fitur ini berpotensi membawa perubahan signifikan dalam sistem kurasi konten. Jika benar diluncurkan, ini bisa menjadi salah satu perubahan penting dalam cara konten dikurasi di media sosial, terutama di tengah meningkatnya spam dan konten AI.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.