Rute GT Purwomartani di Google Maps Dihapus Imbas Pemudik Nyasar ke Sawah

AKURAT.CO Kekeliruan navigasi digital memicu kejadian tak biasa di Sleman. Alih-alih menuju gerbang tol, ratusan kendaraan justru masuk ke jalur persawahan saat mengikuti petunjuk arah menuju GT Purwomartani.
Peristiwa ini terjadi sejak Minggu (22/3/2026) dan terus berulang hingga beberapa hari berikutnya. Jalur yang ditunjukkan aplikasi ternyata bukan akses resmi, melainkan jalan lingkungan sempit yang melintasi area sawah dan permukiman.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) langsung mengambil upaya korektif. Rute alternatif menuju GT Purwomartani di Google Maps resmi dihapus agar tidak lagi menyesatkan pengguna.
"Info dari teman-teman lapangan untuk jalur yang menuju Gerbang Purwomartani itu untuk Google Maps-nya sudah dihapus," ujar Rachmat Jesiman selaku Humas PT JMJ kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).
Selain intervensi di platform digital, pengelola tol juga memperkuat pengaturan lalu lintas secara langsung. Petugas ditambah di titik-titik rawan, sementara rambu penunjuk arah diperjelas.
Saat ini, akses menuju GT Purwomartani difokuskan hanya melalui Jalan Yogya-Solo. Skema ini dipilih untuk meminimalkan potensi salah arah di lapangan.
Baca Juga: Apakah Google Maps Masih Relevan di Tengah Persaingan Aplikasi Navigasi?
Di sisi operasional, JMJ memastikan kondisi jalur fungsional Tol Yogyakarta-Solo tetap aman. Hingga H+3 Lebaran, tidak tercatat adanya kecelakaan di ruas tersebut.
Sebelumnya, kondisi di lapangan sempat cukup semrawut. Kendaraan terlihat beriringan melintasi jalan tanah di kawasan Karang Kalasan, Tirtomartani, tepatnya di sekitar timur RSI PDHI.
Dari jalur tersebut, pengendara masih harus menempuh jarak tambahan sebelum mencapai Jalan Solo-akses utama menuju pintu tol. Artinya, rute yang diikuti justru memperpanjang perjalanan.
Lonjakan kendaraan di jalur sempit ini juga berdampak langsung ke warga. Debu yang beterbangan membuat warga harus rutin menyiram area depan rumah.
Warga setempat menyebut jumlah kendaraan yang tersasar tidak sedikit. Dalam beberapa hari, angkanya diperkirakan mencapai ratusan hingga ribuan unit, sebelum akhirnya diarahkan kembali ke jalur yang benar.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan pada navigasi digital tetap memiliki risiko. Terutama ketika infrastruktur baru dibuka secara fungsional dan belum terpetakan secara akurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





