Pemerintah Periksa Google dan Meta soal Kepatuhan Aturan Perlindungan Anak

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memanggil Google dan Meta terkait kepatuhan pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS).
Pemeriksaan ini fokus pada pembatasan akses pengguna di bawah usia 16 tahun di platform digital.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan upaya tersebut bagian dari penegakan hukum yang terukur. Pemerintah memastikan prosesnya berjalan sesuai prosedur dan dasar hukum yang jelas.
"Pemanggilan ini adalah bagian dari proses penegakan hukum yang terukur dan sesuai prosedur. Negara hadir dan tegas. Tidak ada toleransi terhadap ketidakpatuhan yang berpotensi membahayakan anak di ruang digital," ujar Meutya dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (31/3/2026).
Dalam penegakan PP TUNAS, pemerintah menjalankan tahapan dari pengawasan hingga pemeriksaan lanjutan. Sanksi administratif dijatuhkan setelah seluruh proses dilalui.
Kemkomdigi menyebut proses ini dilakukan secara hati-hati. Tujuannya memastikan setiap langkah memiliki dasar hukum yang kuat dan menghindari maladministrasi.
Selain memanggil Google dan Meta, pemerintah juga mengirim peringatan ke TikTok dan Roblox. Keduanya diminta segera patuh atau berisiko diperiksa lebih lanjut.
Di sisi lain, Kemkomdigi mengapresiasi kebijakan Bigo Live dan X. Keduanya telah menerapkan verifikasi usia dan menonaktifkan akun pengguna di bawah 16 tahun.
"Apresiasi kami sampaikan kepada platform yang responsif dan patuh. Ini menunjukkan bahwa kepatuhan bukan hal yang sulit jika ada komitmen," kata Meutya.
Pemerintah menegaskan upaya ini bukan sekadar administratif, tetapi upaya menjaga keamanan anak di ruang digital. Ke depan, pengawasan diperketat dan sanksi akan dijatuhkan bagi platform yang tidak patuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






