Google Drive Perkuat Keamanan, Deteksi Ransomware Kini Tersedia untuk Semua Pengguna

AKURAT.CO Layanan penyimpanan cloud Google Drive kini menghadirkan peningkatan keamanan yang dapat langsung digunakan semua pengguna. Fitur ini dirancang untuk melindungi data dari serangan ransomware yang kian marak.
Sejauh ini, Google Drive menjadi pilihan banyak pengguna untuk menyimpan file secara online, termasuk lewat kuota gratis 15GB. Google juga terus menghadirkan pembaruan fitur guna meningkatkan pengalaman penggunaan di PC dan perangkat mobile.
Pada akhir 2025, Google sempat memperkenalkan fitur pemindaian ransomware dalam tahap beta. Kini, melalui pembaruan terbaru, fitur tersebut resmi dirilis secara luas dengan peningkatan signifikan.
Sistem deteksi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan diklaim mampu mengenali ancaman hingga 14 kali lebih banyak dibanding versi sebelumnya. Artinya, potensi serangan bisa dideteksi lebih cepat sebelum menyebar ke file lain.
Saat sistem mendeteksi aktivitas mencurigakan, Google Drive akan langsung menghentikan proses sinkronisasi. Hal ini bertujuan mencegah file berbahaya menyebar ke perangkat lain yang terhubung.
Pengguna juga akan menerima notifikasi langsung, termasuk melalui email jika diperlukan. Peringatan ini dirancang mencolok agar tidak terlewat, terutama dalam situasi darurat.
Selain deteksi, fitur ini juga membuat pengguna dapat mengembalikan file ke versi sebelumnya sebelum terinfeksi. Ini penting untuk meminimalkan dampak kerusakan data akibat serangan ransomware.
Fitur pemulihan ini menjadi nilai tambah bagi pengguna individu maupun organisasi. Terutama bagi pengguna yang mengandalkan Google Drive untuk kolaborasi dan penyimpanan dokumen penting, sebagaimana dikutip dari laman resmi Google, Selasa (31/3/2026).
Fitur keamanan ini aktif secara otomatis bagi pengguna Google Drive versi 114 atau lebih baru. Meski begitu, pengguna tetap bisa menonaktifkan atau menyesuaikan tingkat deteksi melalui pengaturan.
Dengan pembaruan ini, Google menegaskan keseriusannya dalam memperkuat keamanan layanan cloud. Kebijakan ini diambil seiring meningkatnya kompleksitas ancaman siber.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






