Indosat Gandeng Google, Akses Gemini AI Masuk ke Paket Data IM3 dan Tri

AKURAT.CO Indosat Ooredoo Hutchison menggandeng Google untuk menghadirkan akses Google Gemini dalam paket data IM3 dan Tri. Layanan ini sebelumnya tersedia terbatas sejak Februari lewat myIM3 dan BIMA+, dan kini mulai diperluas ke seluruh pelanggan dalam beberapa minggu ke depan.
Kolaborasi ini menjadi salah satu pendekatan baru operator seluler dalam mengintegrasikan layanan kecerdasan buatan (AI) langsung ke produk inti, yakni paket data. Dengan skema bundling, pengguna tidak perlu berlangganan layanan AI secara terpisah untuk mengakses fitur premium.
Hal ini mencerminkan perubahan peran operator dari sekadar penyedia konektivitas menjadi agregator layanan digital. AI, yang sebelumnya berdiri sebagai layanan over-the-top (OTT), kini mulai 'ditarik' ke dalam ekosistem operator untuk meningkatkan nilai paket.
"Kini pelanggan IM3 dan Tri bisa lebih mudah memanfaatkan AI untuk berbagai kebutuhan sehari-hari," ujar Bilal Kazmi selaku Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, saat konferensi pers di MX Center Gedung Indosat, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Melalui bundling ini, pelanggan mendapatkan akses Gemini AI Plus hingga enam bulan. Akses tersebut mencakup fitur seperti pencarian informasi, peringkasan materi, hingga eksplorasi ide berbasis AI.
Selain itu, layanan AI ini terintegrasi dengan ekosistem Google seperti Gmail, Drive dan Photos sehingga bisa langsung digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Pengguna juga memperoleh tambahan penyimpanan cloud hingga 200GB untuk mendukung kebutuhan digital.
Dari sisi Google, kolaborasi ini menjadi jalur distribusi baru untuk memperluas adopsi AI di pasar berkembang seperti Indonesia. Pendekatan bundling dengan operator membuat penetrasi lebih cepat dibandingkan model langganan mandiri.
"Gemini dirancang untuk menjadi asisten AI yang paling personal, andal dan proaktif guna membantu tugas sehari-hari melalui integrasi dengan berbagai aplikasi dan layanan Google," kata Rohan Tiwary selaku Director Global Platform & Device Partnerships, Google APAC.
Integrasi AI ke dalam paket data menandai fase baru kompetisi industri telekomunikasi. Jika sebelumnya diferensiasi hanya pada harga dan kuota, kini operator mulai menambahkan layanan berbasis AI sebagai pembeda.
Bagi pengguna, model ini menekan hambatan adopsi AI, terutama dari sisi biaya dan kerumitan langganan. Namun di sisi lain, pendekatan ini berpotensi mengunci pengguna dalam ekosistem tertentu karena layanan AI terikat pada paket operator dan platform teknologi.
Ke depannya, pola bundling seperti ini diperkirakan akan semakin meluas. Tidak hanya untuk AI generatif, tetapi juga layanan digital lain seperti cloud, keamanan siber dan produktivitas berbasis AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






