OpenAI Rilis GPT Rosalind, Model AI untuk Percepat Riset Biologi dan Penemuan Obat

AKURAT.CO OpenAI memperkenalkan model kecerdasan buatan (AI) baru bernama GPT-Rosalind yang difokuskan untuk mendukung riset biologi dan pengembangan obat. Model ini ditujukan untuk mempercepat proses ilmiah dari tahap penelitian hingga aplikasi klinis.
Nama GPT-Rosalind diambil dari ilmuwan Inggris Rosalind Franklin yang berperan penting dalam penemuan struktur DNA. Model ini dirancang untuk membantu ilmuwan mengolah data kompleks dalam bidang ilmu kehidupan secara lebih efisien.
OpenAI menyebut GPT-Rosalind dibangun untuk menangani berbagai sumber ilmiah modern, mulai dari data eksperimen hingga publikasi riset. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peneliti memahami hubungan biologis yang rumit dengan lebih cepat.
Perusahaan menilai tantangan utama dalam ilmu kehidupan bukan hanya pada kompleksitas sains, tetapi juga alur kerja penelitian yang panjang dan berlapis. AI seperti GPT-Rosalind dinilai mampu menyederhanakan proses tersebut sekaligus membuka peluang penemuan baru.
"Kami percaya bahwa sistem AI yang canggih dapat membantu para peneliti bergerak melalui alur kerja ini lebih cepat," tulis OpenAI, dikutip darj laman resminya, Sabtu (17/4/2026).
Secara teknis, model ini diklaim unggul dalam tugas yang melibatkan analisis molekul, protein, gen, hingga jalur biologis terkait penyakit. GPT-Rosalind juga disebut lebih efektif dalam penggunaan basis data ilmiah dan alat riset dalam proses multi-tahap.
Kemampuan tersebut mencakup tinjauan literatur, interpretasi hubungan antara urutan dan fungsi biologis, hingga perencanaan eksperimen dan analisis data. Hal ini membuat model dapat digunakan dalam berbagai tahap penelitian secara terintegrasi.
OpenAI menyatakan pengembangan GPT-Rosalind masih akan terus dilanjutkan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan penalaran biokimia. Model ini diposisikan sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mempercepat penemuan ilmiah di bidang kesehatan.
Dalam implementasinya, OpenAI bekerja sama dengan sejumlah perusahaan bioteknologi dan farmasi seperti Amgen, Moderna, Allen Institute dan Thermo Fisher Scientific. Kolaborasi ini difokuskan untuk mempercepat riset dan pengembangan melalui integrasi AI.
"GPT-Rosalind mewakili langkah penting dalam membantu tim ilmiah menggunakan AI canggih untuk bernalar di seluruh bukti biologis, data dan alur kerja yang kompleks," kata Stephane Bancel selaku Chief Executive Officer di Moderna.
Hal ini juga diperkuat dengan kemitraan OpenAI bersama Novo Nordisk yang diumumkan pada 14 April. Kolaborasi tersebut bertujuan mempercepat pengembangan terapi baru dengan memanfaatkan AI di berbagai lini operasional.
CEO OpenAI Sam Altman menyebut AI berpotensi besar mengubah industri ilmu kehidupan. Menurutnya, teknologi ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia melalui inovasi di bidang kesehatan.
Program awal penggunaan GPT-Rosalind akan diterapkan pada riset dan pengembangan, manufaktur, hingga operasi komersial. OpenAI menargetkan integrasi penuh teknologi ini dapat tercapai sebelum akhir tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini





