Akurat Logo

Admin hingga Content Writer, 5 Pekerjaan Ini Mulai Tergerus AI

Winna Wandayani | 29 April 2026, 19:15 WIB
Admin hingga Content Writer, 5 Pekerjaan Ini Mulai Tergerus AI

AKURAT.CO Kecerdasan buatan (AI) mulai menggeser banyak pekerjaan, terutama di sektor 'kerah putih'. Berbeda dari gelombang otomatisasi sebelumnya, AI justru lebih berdampak ke pekerjaan berbasis pengetahuan.

Perubahan ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang selama ini dianggap aman kini mulai terdampak teknologi. Bahkan, profesi dengan keterampilan tinggi pun tidak lagi sepenuhnya kebal dari disrupsi AI, sebagaimana dikutip dari Open Data Science, Selasa (28/4/2026).

International Monetary Fund (IMF) menyebut sekitar 40 persen pekerjaan global akan terdampak AI, termasuk profesi dengan skill tinggi. Sementara itu, riset McKinsey menunjukkan hingga 30 persen jam kerja bisa diotomatisasi pada 2030.

Berikut lima pekerjaan yang mulai tergerus:

1. Admin dan data entry

Tugas repetitif seperti input data, rekap laporan dan manajemen dokumen mudah diotomatisasi. AI kini bisa menangani pekerjaan berbasis aturan tanpa banyak intervensi manusia.

2. Customer service dasar

Chatbot AI sudah mampu menjawab pertanyaan umum pelanggan secara otomatis. Banyak perusahaan global mulai mengalihkan layanan awal ke AI karena lebih cepat dan efisien.

3. Content writer (level dasar-menengah)

AI generatif mampu membuat artikel, caption, hingga deskripsi produk dalam hitungan detik. Ini membuat konten sederhana semakin terkomoditisasi, terutama untuk kebutuhan SEO massal.

4. Junior analyst dan research assistant

AI bisa merangkum dokumen, mengolah data, hingga memberi insight awal. Tugas-tugas dasar yang dulu dikerjakan analis junior kini banyak diambil alih sistem AI.

5. Desain grafis sederhana

Pembuatan desain dasar kini bisa dilakukan dengan AI dalam waktu singkat. Kebutuhan desain cepat dan sederhana tidak lagi selalu membutuhkan desainer.

Dikutip dari The Times of India, fenomena ini juga mulai terlihat secara global. Bahkan laporan terbaru menunjukkan AI sudah mulai mengancam pekerjaan entry-level kantor dan mempercepat efisiensi tenaga kerja.

Intinya, yang tergerus bukan selalu profesinya, tapi tugas-tugas di dalamnya, terutama yang repetitif dan berbasis pola.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.