Starlink vs Operator Lokal: Ancaman atau Pelengkap Internet Masa Depan?

AKURAT.CO Layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk mulai mengubah persaingan industri telekomunikasi global. Di berbagai negara, layanan ini menjadi solusi internet cepat untuk wilayah terpencil yang belum terjangkau fiber optik maupun BTS operator seluler.
Berbeda dari satelit internet konvensional, Starlink menggunakan ribuan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO). Teknologi tersebut membuat koneksi memiliki latensi lebih rendah dan kecepatan yang lebih stabil.
Kehadiran Starlink memicu kekhawatiran operator lokal di sejumlah negara. Di beberapa wilayah pedesaan Afrika, layanan ini disebut lebih cepat dibanding internet setempat, sebagaimana dikutip dari Technext, Senin (11/5/2026).
Meski kerap dianggap pesaing, sejumlah operator telekomunikasi mulai bekerja sama dengan Starlink. Di Inggris, BT Group dan Everything Everywhere (EE) memanfaatkan Starlink untuk memperluas internet di wilayah rural.
Kolaborasi tersebut menunjukkan internet satelit tidak selalu menggantikan operator seluler. Dalam banyak kasus, Starlink justru dipakai untuk melengkapi jaringan yang sudah ada.
Dikutip dari The Times of India, Elon Musk pernah mengatakan Starlink tidak dirancang untuk bersaing di kota besar. Operator lokal masih lebih unggul di wilayah padat penduduk karena kapasitas jaringan dan biaya yang lebih murah.
Ada beberapa alasan mengapa layanan seperti Starlink mulai diminati:
- Bisa menjangkau daerah terpencil tanpa perlu menarik kabel fiber
- Instalasi relatif cepat
- Cocok untuk wilayah kepulauan, pegunungan, hingga area bencana
- Latensi lebih rendah dibanding internet satelit generasi lama
Dikutip dari The Washington Post, di banyak negara berkembang, internet satelit mulai dipandang sebagai solusi mengurangi kesenjangan digital. Model ini juga digunakan untuk memperluas akses internet di wilayah yang sulit dijangkau fiber optik.
Meski menawarkan jangkauan luas, internet satelit bukan tanpa masalah. Harga perangkat dan biaya langganan masih tergolong mahal dibanding paket internet seluler biasa.
Selain itu, performa internet satelit bisa terpengaruh cuaca buruk. Penelitian di Finlandia menunjukkan hujan dapat menurunkan kecepatan unduh dan unggah Starlink secara signifikan.
Kepadatan satelit mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan. Kondisi ini dinilai bisa mengganggu penelitian astronomi dan penggunaan spektrum radio.
Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, internet satelit punya potensi besar untuk menjangkau daerah 3T. Pasalnya, pembangunan BTS dan jaringan fiber di wilayah terpencil membutuhkan biaya besar dan waktu lama.
Meski begitu, harga layanan masih menjadi tantangan utama internet satelit. Untuk penggunaan massal, internet seluler dari operator lokal masih lebih terjangkau bagi banyak masyarakat.
Karena itu, Starlink diperkirakan lebih cocok menjadi pelengkap dibanding pengganti operator telekomunikasi. Satelit dapat membantu mengatasi blank spot, sementara operator lokal tetap dominan di wilayah padat pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








