Akurat Logo

Fakta-fakta Google AI Studio, Bikin Aplikasi Android Kini Secepat Kilat!

Winna Wandayani | 21 Mei 2026, 19:58 WIB
Fakta-fakta Google AI Studio, Bikin Aplikasi Android Kini Secepat Kilat!
Google AI Studio (Blog.google)

AKURAT.CO Google mengumumkan sejumlah pembaruan untuk pengembang di ajang Google I/O 2026. Salah satu fitur utamanya adalah Google AI Studio yang kini bisa membuat aplikasi Android native langsung dari browser.

Melalui fitur ini, developer dapat membuat aplikasi hanya dengan memasukkan perintah teks atau prompt. Google menyebut aplikasi yang dihasilkan sudah memakai Jetpack Compose, Kotlin dan API Android terbaru.

AI Studio juga dilengkapi emulator Android berbasis browser untuk pengujian aplikasi. Dengan begitu, pengembang tidak perlu memasang software tambahan di komputer.

Setelah proses selesai, aplikasi bisa langsung dipasang ke ponsel Android melalui USB memakai Android Debug Bridge atau ADB. Pengguna dengan akun Google Play Developer juga dapat langsung mengunggah aplikasi untuk pengujian internal.

Meski demikian, Google tetap menyarankan penggunaan Android Studio untuk proses lanjutan seperti debugging dan penyempurnaan tampilan. Proyek dari AI Studio juga bisa dipindahkan ke Android Studio lewat file ZIP maupun GitHub.

Google Siapkan Integrasi Firebase dan Fitur Tester

Google akan menambahkan sejumlah fitur baru ke AI Studio dalam waktu dekat. Salah satunya adalah kemampuan mengelola Google Play Test Tracks untuk mengundang tester langsung dari platform.

Selain itu, Google juga menyiapkan integrasi Firebase untuk mendukung pengembangan aplikasi Android. Fitur ini mencakup Firestore, Firebase Authentication, hingga Firebase App Check.

Dikutip dari laman resminya, Kamis (21/5/2026), Google juga memperkenalkan fitur baru di Android Studio bernama Migration Assistant. Fitur ini membantu developer memindahkan aplikasi dari iOS, React Native, maupun framework web ke Android native.

Teknologi berbasis kecerdasan buatan tersebut mampu memetakan fitur aplikasi lama secara otomatis. Sistem juga bisa mengonversi aset seperti storyboard dan SVG sambil menerapkan standar Android modern berbasis Jetpack Compose.

Google mengklaim proses migrasi aplikasi kini menjadi jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Jika sebelumnya memakan waktu berminggu-minggu, kini proses tersebut dapat selesai hanya dalam beberapa jam berkat bantuan AI.

Jetpack Compose Jadi Standar Utama Android

Google menegaskan bahwa Jetpack Compose kini menjadi standar utama untuk pengembangan antarmuka Android. Upaya ini diambil setelah Compose dikembangkan dan disempurnakan selama lima tahun terakhir.

Pembaruan terbaru Compose menghadirkan API yang lebih fleksibel untuk pengembang. Google juga meningkatkan kualitas animasi dan dukungan input agar aplikasi terasa lebih ringan dan responsif.

Android 17 turut membawa perubahan baru dalam pengembangan widget berbasis Compose. Pendekatan ini diterapkan untuk seluruh ekosistem Android, mulai dari ponsel hingga Wear OS dan kendaraan.

Google juga memperkenalkan integrasi RemoteCompose untuk mendukung animasi berkualitas tinggi di perangkat mobile dan mobil. Teknologi ini memungkinkan widget kompleks berjalan lebih efisien di perangkat Wear OS dengan konsumsi daya lebih rendah.

Melalui teknologi tersebut, pengalaman lintas perangkat menjadi lebih mulus bagi pengguna. Contohnya, status penerbangan dapat dilihat di dashboard mobil lalu diperbarui otomatis melalui smartwatch.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.