Akurat Logo

Biar Awet! Cas HP Sebaiknya Berapa Persen? Ini Penjelasannya

Titania Isnaenin | 3 Juni 2026, 18:00 WIB
Biar Awet! Cas HP Sebaiknya Berapa Persen? Ini Penjelasannya
Batas cas HP. (Ilustrasi)

AKURAT.CO Menjaga daya tahan baterai smartphone agar tetap awet dalam jangka panjang sering kali menjadi dilema bagi banyak pengguna.

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah kapan waktu terbaik untuk mulai mencolokkan pengisi daya dan kapan harus mencabutnya.

Agar performa baterai ponsel kesayanganmu tidak cepat drop atau bocor, mari simak penjelasan ilmiah mengenai persentase ideal untuk mengecas HP berikut ini.

Aturan Emas Baterai: Batas 20% Hingga 80%

Sebagian besar smartphone modern saat ini menggunakan baterai berjenis Lithium-Ion (Li-Ion) atau Lithium-Polymer (Li-Po).

Karakteristik utama dari jenis baterai ini adalah mereka tidak menyukai kondisi ekstrem, baik itu terlalu kosong (0%) maupun terlalu penuh (100%).

Oleh karena itu, para ahli teknologi sangat menyarankan untuk menjaga persentase baterai HP kamu di kisaran 20% hingga 80%.

Mengapa Harus Mulai Cas di 20%?

Jangan membiasakan menunggu HP mati total atau menyentuh angka di bawah 15% baru kamu sibuk mencari charger.

Ketika baterai melemah di bawah 20%, sel baterai akan mengalami tekanan atau stres yang tinggi (high voltage stress).

Jika hal ini dilakukan terus-menerus, siklus urutan umur baterai (battery cycle) akan terkuras lebih cepat dan memicu penurunan kesehatan baterai (battery health) secara drastis.

Mengapa Sebaiknya Berhenti di 80%?

Mengisi daya hingga penuh 100% terlebih membiarkannya semalaman (overcharging), sebenarnya kurang ideal untuk kesehatan jangka panjang baterai Li-Ion.

Proses pengisian dari 80% menuju 100% membutuhkan tegangan yang jauh lebih tinggi dan menghasilkan suhu panas yang lebih besar. Suhu panas inilah musuh utama yang mempercepat penuaan kimia di dalam baterai.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.