Bantah Rumor, Grab Tegaskan Tidak Akan Keluar dari Indonesia

AKURAT.CO Grab membantah rumor yang menyebut perusahaan akan keluar dari Indonesia. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap tumbuh dan beroperasi di pasar Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi. Menurutnya, informasi yang menyebut Grab berencana meninggalkan Indonesia tidak sesuai fakta.
“Grab menegaskan bahwa rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar. Grab senantiasa menghormati arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia, serta berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Neneng Goenadi melalui keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO.
Grab Sebut Indonesia Jadi Pasar Strategis Selama Lebih dari 10 Tahun
Grab menyebut Indonesia merupakan salah satu ekosistem penting bagi pertumbuhan bisnis perusahaan di kawasan Asia Tenggara.
Perusahaan menegaskan telah hadir selama lebih dari satu dekade di Indonesia dan akan terus mengambil peran dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Grab, kontribusi perusahaan saat ini mencakup sekitar 50 persen industri ride-hailing dan layanan pengantaran online di Indonesia.
Selain itu, Grab mengklaim telah membantu menciptakan sekitar 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM dan berbagai program pemberdayaan ekonomi digital.
Komitmen Dukung Mitra dan Ekonomi Digital Berlanjut
Grab juga menyebut telah menjalankan berbagai program dukungan bagi mitra pengemudi melalui inisiatif Grab untuk Indonesia dengan nilai lebih dari Rp100 miliar.
Neneng Goenadi mengatakan perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
“Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab, kami telah hadir untuk Indonesia selama lebih dari 10 tahun dan kami berkomitmen untuk terus bertumbuh dan mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia,” kata Neneng Goenadi.
Perusahaan menegaskan Indonesia tidak hanya dipandang sebagai pasar bisnis, tetapi juga sebagai bagian penting dari pertumbuhan perusahaan di kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







