Akurat Logo

SpaceX Bidik Valuasi Rp31.535 Triliun dalam IPO Terbesar di Dunia

Winna Wandayani | 5 Juni 2026, 22:25 WIB
SpaceX Bidik Valuasi Rp31.535 Triliun dalam IPO Terbesar di Dunia
SpaceX (Spacex.com)

AKURAT.CO SpaceX dikabarkan membidik valuasi US$1,75 triliun atau sekitar Rp31.535 triliun dalam penawaran saham perdana (IPO) yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Jika tercapai, IPO ini berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal dunia.

IPO SpaceX akan sepenuhnya menggunakan saham baru yang diterbitkan perusahaan. Dengan skema ini, seluruh dana hasil penawaran akan masuk ke kas perusahaan, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (5/6/2026).

Pemegang saham lama disebut belum dapat menjual saham mereka pada tahap awal IPO. Mereka kemungkinan harus menunggu hingga perusahaan merilis laporan keuangan kuartalan setelah melantai di bursa.

SpaceX dikabarkan menargetkan penggalangan dana minimal US$75 miliar atau sekitar Rp1.351 triliun dari penawaran utama. Selain itu, tersedia opsi greenshoe sebesar 15 persen jika permintaan investor lebih tinggi dari perkiraan.

Model IPO yang hanya menawarkan saham baru memang tidak terlalu umum untuk perusahaan besar. Namun, pendekatan serupa pernah digunakan oleh Rivian saat melaksanakan IPO pada 2021.

Perusahaan juga disebut mempertimbangkan sejumlah upaya yang berbeda dari IPO konvensional. Salah satunya adalah potensi masuk lebih cepat ke indeks Nasdaq 100 setelah pencatatan saham.

Hal ini menjadi pertama kalinya SpaceX menyampaikan target valuasi dan penggalangan dana secara spesifik kepada bank investasi. Informasi tersebut muncul setelah perusahaan melakukan pertemuan awal dengan calon investor.

Roadshow atau presentasi kepada investor dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat. Meski begitu, rincian penawaran masih dapat berubah tergantung respons pasar.

IPO SpaceX akan memberikan kesempatan langka bagi investor publik untuk memiliki saham perusahaan luar angkasa milik Elon Musk. Selama ini, akses investasi ke SpaceX hanya tersedia bagi investor tertentu di pasar privat.

Banyak investor menilai daya tarik utama SpaceX tidak hanya berasal dari bisnisnya, tetapi juga dari sosok Elon Musk. Rekam jejak Musk dalam membangun perusahaan besar seperti Tesla turut meningkatkan minat pasar.

Meski demikian, analis menilai valuasi SpaceX cukup sulit dihitung karena tidak memiliki pembanding langsung di pasar saham. Investor harus mempertimbangkan gabungan bisnis roket, satelit, telekomunikasi, hingga proyek teknologi masa depan.

Saat ini, layanan internet satelit Starlink menjadi lini bisnis paling menguntungkan bagi perusahaan. Sementara itu, dua unit bisnis lainnya masih membutuhkan investasi besar dan belum menghasilkan laba yang stabil.

SpaceX juga menawarkan visi jangka panjang yang mencakup berbagai proyek ambisius. Salah satunya adalah pengembangan pusat data di orbit yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan infrastruktur AI di masa depan.

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan SpaceX pada kuartal pertama 2026 meningkat menjadi US$4,69 miliar atau sekitar Rp84 triliun. Namun, kerugian perusahaan juga melebar menjadi US$1,27 atau sekitar Rp22 ribuan per saham dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

SpaceX berencana melantai di Nasdaq dengan kode saham SPCX dan diperkirakan mulai diperdagangkan pada 12 Juni. Proses IPO ini didukung sejumlah bank investasi besar, termasuk Goldman Sachs, Morgan Stanley, Citigroup, BofA Securities dan J.P. Morgan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.