BRIN Dorong Digital Watermarking untuk Lindungi Data

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti pentingnya teknologi digital watermarking untuk mencegah kebocoran dan manipulasi data digital.
Teknologi ini dinilai semakin penting di tengah meningkatnya distribusi dokumen, gambar, audio, dan berbagai aset digital yang rentan disalin atau dimodifikasi tanpa izin.
Dalam keterangan resmi BRIN disebutkan bahwa digital watermarking merupakan teknik penyisipan informasi tersembunyi ke dalam suatu file digital untuk membantu proses identifikasi, autentikasi, dan perlindungan data.
Peneliti Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Fadjar Satrija, menjelaskan teknologi watermarking dapat membantu memastikan keaslian suatu data digital sekaligus mendukung pelacakan apabila terjadi penyalahgunaan data.
Digunakan untuk Cegah Kebocoran dan Manipulasi Data
Fadjar mengatakan digital watermarking memiliki fungsi penting dalam perlindungan data digital modern.
"Digital watermarking merupakan salah satu metode untuk memberikan identitas atau penanda tersembunyi pada data digital sehingga dapat digunakan untuk keperluan autentikasi dan perlindungan data.”
Ia menjelaskan watermark digital dapat diterapkan pada berbagai jenis file seperti gambar, video, audio, hingga dokumen digital. Teknik tersebut memungkinkan identitas tertentu tetap tertanam pada file tanpa mengubah fungsi utama data.
Menurut BRIN, penggunaan watermarking juga dapat membantu mengurangi risiko manipulasi data karena perubahan pada file berpotensi memengaruhi watermark yang tertanam.
Teknologi Dinilai Penting untuk Keamanan Informasi
BRIN menyebut kebutuhan terhadap perlindungan data terus meningkat seiring berkembangnya transformasi digital dan pertukaran informasi berbasis internet.
“Teknologi ini menjadi penting untuk mendukung keamanan informasi, perlindungan hak cipta, serta menjaga integritas data digital," sebut Fajar.
Selain perlindungan hak cipta, BRIN menjelaskan teknologi watermarking dapat digunakan untuk kebutuhan forensik digital, verifikasi dokumen, serta sistem keamanan informasi.
BRIN menyatakan pengembangan dan penerapan teknologi keamanan data seperti digital watermarking menjadi bagian penting dalam menghadapi risiko kebocoran dan manipulasi data di era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







