Akurat Logo

Bikin Resah, Ini 5 Cara Ampuh Hindari Penipuan yang Sedang Viral di Media Sosial

Dani Zahra | 22 Juni 2026, 19:00 WIB
Bikin Resah, Ini 5 Cara Ampuh Hindari Penipuan yang Sedang Viral di Media Sosial
Ilustrasi, penipuan. (Canva)

AKURAT.CO Pengguna jagat maya akhir-akhir ini sedang diresahkan oleh berbagai modus penipuan baru yang bertebaran di platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga WhatsApp.

Mulai dari modus salah transfer, phising berkedok kurir paket, hingga tawaran kerja paruh waktu (like & share) dengan komisi besar yang berujung kerugian materi.

Baca Juga: Waspada Penipuan Tiket BTS: Cara Cek Keaslian dan Hindari Calo Nakal

Para pelaku kejahatan siber terus memutar otak untuk memanipulasi kelengahan kita.

Oleh karena itu, membentengi diri dengan literasi digital yang kuat adalah hal yang wajib dilakukan.

Agar Anda tidak menjadi korban berikutnya, simak 5 cara ampuh hindari penipuan yang sedang viral di media sosial berikut ini.

5 Cara Ampuh Hindari Penipuan yang Sedang Viral

1. Jangan Asal Klik Tautan (Link) atau Unduh Dokumen Asing

Modus penipuan paling viral saat ini adalah pengiriman file dengan ekstensi tiruan seperti .APK yang disamarkan sebagai foto paket, undangan pernikahan digital, atau surat tilang.

Tindakan Anda: Jangan pernah mengeklik tautan asing atau mengunduh dokumen dari nomor yang tidak dikenal. File .APK tersebut bisa meretas m-banking dan mencuri data pribadi Anda dalam hitungan detik.


2. Selalu Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA)

Banyak akun media sosial yang diambil alih (hack) oleh penipu untuk meminta pinjaman uang kepada lingkaran pertemanan korban.

Tindakan Anda: Lindungi semua akun media sosial dan aplikasi pesan singkat Anda dengan mengaktifkan Fitur Keamanan Ganda atau Two-Factor Authentication (2FA). Dengan fitur ini, orang lain tidak akan bisa masuk ke akun Anda meskipun mereka mengetahui kata sandinya.


3. Gunakan Aplikasi Pelacak Nomor (Screening Apps)

Sebelum menanggapi pesan atau telepon yang mendesak, penting untuk mencari tahu siapa pemilik nomor tersebut. Banyak penipu menggunakan teknik intimidasi (seperti mengaku dari pihak kepolisian atau bank).

Tindakan Anda: Pasang aplikasi pelacak nomor seperti Getcontact atau Truecaller. Periksa tag atau nama yang diberikan oleh pengguna lain pada nomor tersebut. Jika banyak label "Penipu", "Spam", atau "Calo", segera blokir nomor tersebut.


4. Jangan Mudah Tergiur Iming-Iming Keuntungan Instan

Modus penipuan berkedok investasi bodong atau kerja paruh waktu online (tugas menyukai video dan membagikannya) sedang sangat marak. Awalnya korban akan diberi komisi kecil, namun kemudian diminta menyetor uang deposit dalam jumlah besar sebelum akhirnya uang tersebut dibawa kabur.

Tindakan Anda: Tetap gunakan logika dan bersikap skeptis. Jika ada tawaran pekerjaan atau investasi yang menjanjikan keuntungan sangat besar dengan modal atau usaha minimal, hampir bisa dipastikan itu adalah penipuan.


5. Saring Sebelum "Sharing" Informasi Pribadi

Tanpa sadar, tren tantangan atau challenge di media sosial sering kali memancing kita untuk membagikan data sensitif, seperti nama gadis ibu kandung, tanggal lahir, alamat rumah, atau nama masa kecil. Data-data ini merupakan instrumen penting yang biasa digunakan bank untuk verifikasi akun keuangan Anda.

Tindakan Anda: Berhenti mengikuti tren media sosial yang meminta Anda mengumbar informasi pribadi. Jaga privasi Anda dengan ketat demi menghindari taktik social engineering (rekayasa sosial) oleh para pelaku penipuan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dani Zahra
D