Akurat Logo

Indonesia Polymer Award 2026 Dukung Inovasi Material Lokal

Yusuf Tirtayasa | 1 Juli 2026, 20:31 WIB
Indonesia Polymer Award 2026 Dukung Inovasi Material Lokal
Indonesia Polymer Award 2026 Dukung Inovasi Material Lokal. (AKURAT.CO/Yusuf Tirtayasa)

AKURAT.CO Industri manufaktur Indonesia menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya harga bahan baku dan dinamika rantai pasok global yang memengaruhi biaya produksi. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan inovasi material yang lebih efisien, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan daya saing industri nasional.

Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Polimer Indonesia (HPI) bersama Pamerindo Indonesia menghadirkan Indonesia Polymer Award (IPA) 2026 sebagai platform kolaborasi dan apresiasi bagi para peneliti, pelaku industri, akademisi, startup, hingga pemangku kepentingan.

Upaya ini untuk mempercepat pengembangan teknologi polimer yang mendukung kemandirian industri serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor.

Indonesia Polymer Award 2026 menjadi bagian dari rangkaian pameran Plastic Material & Chemical Indonesia serta Plastics & Rubber Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada November mendatang.

Program ini dirancang untuk mempertemukan dunia riset, industri, akademisi, startup, dan regulator dalam mengembangkan inovasi material yang mampu meningkatkan efisiensi industri, mendukung ekonomi sirkular, sekaligus memperkuat ekosistem manufaktur nasional.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan industri polimer memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, elektronik, hingga kemasan.

Menurutnya, industri polimer memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur, otomotif, elektronik, hingga kemasan. Di tengah tantangan global terkait biaya bahan baku dan keberlanjutan, inovasi material menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri Indonesia.

"Melalui Indonesia Polymer Award 2026, kami ingin memperkuat kolaborasi antara dunia riset dan industri agar inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan industri nasional," ujar Meysia.

Kajian LPEM FEB UI bertajuk Krisis Plastik Nasional di Tengah Shock Global yang diterbitkan pada April 2026 menunjukkan harga sejumlah resin utama mengalami kenaikan sepanjang tahun ini, yakni polypropylene (PP) sebesar 23,8 persen, polyethylene (PE) sebesar 16,3 persen, dan polyvinyl chloride (PVC) sebesar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Inovasi Polimer Dinilai Kunci Kemandirian Industri

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor plastik dan barang dari plastik Indonesia mencapai 1,65 juta ton dengan nilai sekitar Rp44,11 triliun pada kuartal I 2026. Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya pengembangan material lokal, peningkatan kapasitas daur ulang, serta pemanfaatan teknologi polimer yang lebih efisien.

Ketua Himpunan Polimer Indonesia, Prof. Dr. Ir. M. Chalid S.Si., M.Sc.Eng., menilai inovasi polimer kini telah menjadi kebutuhan strategis bagi industri nasional.

"Indonesia memiliki potensi besar melalui sumber daya manusia, kapasitas riset, dan pengalaman industri dalam bidang polimer. Tantangan berikutnya adalah mempercepat hilirisasi agar hasil inovasi dapat diterapkan dan memberikan nilai tambah bagi industri. Kolaborasi antara akademisi, peneliti, industri, masyarakat dan pemerintah menjadi kunci untuk menjembatani kebutuhan pasar dengan pengembangan teknologi yang mendukung efisiensi, ekonomi sirkular, dan kemandirian industri nasional," kata Prof. M. Chalid.

Selain ajang penghargaan, IPA 2026 juga menghadirkan webinar series dan roadshow offline yang mempertemukan industri, akademisi, regulator, serta peneliti untuk membahas isu strategis, seperti material berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan transformasi teknologi polimer.

Malam penganugerahan Indonesia Polymer Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2026 bertepatan dengan hari ketiga penyelenggaraan Plastics & Rubber Indonesia 2026. Ajang ini diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya inovasi material yang mampu memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.