Meta Cabut Fitur AI Instagram yang Tuai Kontroversi, Dinilai Berisiko Disalahgunakan

AKURAT.CO Meta memutuskan menghentikan salah satu fitur kecerdasan buatan (AI) terbaru di Instagram setelah menuai kritik dari berbagai pihak.
Fitur tersebut sebelumnya memungkinkan pengguna membuat gambar baru dengan menjadikan foto dari akun Instagram yang bersifat publik sebagai referensi melalui teknologi AI.
Baca Juga: Cara Mencegah Foto Instagram Digunakan AI, Cukup Ubah Pengaturan Ini!
Keputusan ini diambil hanya beberapa hari setelah fitur diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran Muse Image, generator gambar AI yang dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs.
Sejak diumumkan, fitur tersebut langsung memicu kekhawatiran terkait privasi karena foto pengguna dapat dijadikan acuan tanpa adanya pemberitahuan kepada pemilik akun.
Dalam pernyataan resminya, Meta mengakui bahwa fitur tersebut tidak memberikan pengalaman yang sesuai dengan harapan pengguna.
"Tujuan kami adalah menghadirkan alat kreatif yang bermanfaat sekaligus memberikan kendali kepada pengguna atas konten publik mereka. Namun, kami mendengar berbagai masukan bahwa fitur ini tidak memenuhi ekspektasi, sehingga kini sudah tidak lagi tersedia," tulis Meta melalui unggahan di blog resminya.
Sebelumnya, fitur ini memungkinkan pengguna memasukkan nama akun Instagram publik sebagai referensi untuk menghasilkan gambar menggunakan AI.
Mekanisme tersebut memunculkan kekhawatiran karena pemilik akun tidak mendapatkan notifikasi ketika foto mereka dimanfaatkan dalam proses pembuatan gambar.
Tak lama setelah diluncurkan, fitur tersebut mendapat sorotan luas dari komunitas pengguna, pemerhati privasi digital, hingga sejumlah agensi bakat.
Baca Juga: 25 Link Twibbon HUT Bhayangkara 2026 Gratis, Cocok untuk Status WhatsApp, Instagram, dan Facebook
Laporan juga menyebutkan bahwa meningkatnya pengawasan dari berbagai pihak menjadi salah satu faktor yang mendorong Meta mengambil keputusan untuk menarik fitur tersebut.
Kontroversi ini kembali memunculkan perdebatan mengenai penggunaan AI generatif di media sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi AI kerap disalahgunakan untuk membuat konten manipulatif, termasuk gambar palsu yang melibatkan tokoh publik maupun individu tanpa persetujuan mereka.
Hingga kini, Meta menyatakan akan terus mengevaluasi pengembangan fitur AI agar tetap memberikan manfaat bagi pengguna sekaligus menjaga aspek keamanan dan privasi di platformnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









