Kemenhub Usulkan Subsidi Tarif LRT Jabodetabek

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merumuskan pemberian subsidi tarif Lintas Raya Terpadu Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (LRT Jabodebek). Perumusan ini telah memperhatikan kemampuan atau daya beli masyarakat serta untuk mendorong minat masyarakat untuk beralih ke angkutan massal.
Dirjen Perkretaapian, Risal Wasal mengatakan, besaran tarif bersubsidi LRT Jabodetabek telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) No. KM 67 tahun 2023 tentang tarif angkutan orang dengan kereta api ringan yang terintegrasi Jabodetabek untuk melaksanakan kewajiban pelayanan publik.
“Pemerintah menetapkan tarif LRT melalui Public Service Obligation (PSO) atau kewajiban pelayanan publik, dengan membiayai selisih dari biaya yang diusulkan oleh operator LRT Jabodebek, agar biayanya lebih terjangkau bagi masyarakat banyak,” kata Risal Wasal yang dikutip dari rilis pada Sabtu (19/8/2023).
Risal menambahkan, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) telah melakukan studi dalam menetapkan tarif yang terjangkau.
“Dari hasil kajian tersebut, ditetapkan melalui keputusan Menhub Nomor 67 tahun 2023 bahwa besaran tarif LRT Jabodebek yaitu Rp5.000 untuk 1 km pertama dan Rp700 untuk km selanjutnya. Di satu sisi kami memperhatikan daya beli masyarakat dan di sisi lain kami juga memperhatikan keberlangsungan dari operator yang mengoperasikan LRT Jabodebek,” ucap Risal.
Rute Tarif Usulan Untuk LRT Jabodetabek
Berikut rute dan tarif usulan LRT di Jabodetabek, sebagai berikut;
- Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Cawang sekitar 10 kilometer tarif Rp11.300.
- Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Harjamukti sekitar 25 kilometer tarif Rp21.800.
- Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Jatimulya sekitar 28 kilometer tarif Rp23.900.
- Stasiun Dukuh Atas-Stasiun Halim sekitar 13 kilometer tarif Rp13.400.
- Stasiun Harjamukti-Stasiun Jatimulya sekitar 33 kilometer tarif Rp27.400.
- Stasiun Harjamukti-Stasiun Cawang sekitar 15 kilometer tarif Rp14.800.
- Stasiun Harjamukti-Stasiun Halim sekitar 19 kilometer tarif Rp17.600.
- Stasiun Jatimulya-Stasiun Cawang sekitar 18 kilometer tarif Rp16.900.
- Stasiun Jatimulya-Stasiun Halim sekitar 15 kilometer tarif Rp14.800.
- Stasiun Cawang-Stasiun Halim sekitar 4 kilometer tarif Rp7.100.
Oleh karena itu, Risal menjelaskan jika usulan tersebut disetujui, akan diterapkan pada saat LRT Jabodetabek pertama kali dioperasikan atau Commercial Operation Date (COD) yang ditargetkan pada akhir Agustus 2023.
“Ini merupakan usulan kami agar semakin menarik minat masyarakat untuk beralih ke Angkutan massal LRT Jabodebek. Dengan semakin banyak masyarakat yang menggunakan angkutan massal, diharapkan dapat menekan tingkat kemacetan dan polusi udara, khususnya di wilayah perkotaan teraglomerasi seperti Jabodetabek,” ungkap Risal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





